Kendari, Berikabar.co – Sejumlah sektor usaha menjadi penopang aktivitas ekonomi Sulawesi Tenggara pada Triwulan III 2026. Bank Indonesia mencatat perbaikan kegiatan usaha terutama terjadi pada sektor pertanian, pertambangan, industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Tenggara Edwin Permadi mengatakan, sektor pertanian menjadi salah satu sumber penguatan ekonomi daerah pada periode tersebut.
Pertumbuhan sektor pertanian diprakirakan sejalan dengan bergesernya puncak masa panen ke pertengahan September hingga Oktober. Perbaikan produksi padi serta peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi faktor yang turut mendukung prospek sektor tersebut.
Penguatan sektor pertanian dinilai penting karena dapat membantu mengimbangi normalisasi konsumsi rumah tangga serta perlambatan yang terjadi pada beberapa sektor ekonomi lainnya.
Selain pertanian, aktivitas sektor pertambangan dan industri pengolahan juga menunjukkan perkembangan. BI mencatat penguatan kedua sektor tersebut didorong penerbitan dan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) oleh Kementerian ESDM.
Sementara itu, sektor konstruksi mengalami peningkatan aktivitas seiring dimulainya persiapan proyek strategis dan kawasan industri di Kolaka.
Aktivitas pembangunan tersebut turut memberikan dampak terhadap perdagangan, terutama melalui meningkatnya kebutuhan terhadap berbagai barang pendukung kegiatan konstruksi dan proyek kawasan industri.
Perkembangan pada sejumlah sektor tersebut menjadi bagian dari faktor yang mendukung prospek pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara pada Triwulan III 2026.
Sebelumnya, ekonomi Sulawesi Tenggara pada Triwulan II 2026 telah mencatat pertumbuhan 6,19 persen secara tahunan atau year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen (yoy).
BI terus mencermati perkembangan berbagai sektor tersebut sebagai bagian dari pemantauan kondisi ekonomi Sulawesi Tenggara sekaligus melihat ruang penguatan pertumbuhan pada periode berikutnya.





