Pertamina Respons Lonjakan Permintaan Pertalite di Kendari, Suplai ke SPBU Ditambah

oleh -151 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  – Permintaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kota Kendari mengalami lonjakan hingga 119 persen pada September 2026 dibandingkan periode normal sebelum kenaikan harga. Kondisi tersebut membuat Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan sejumlah penyesuaian operasional untuk menjaga kelancaran penyaluran BBM kepada masyarakat.

Pertamina menyatakan terus memantau dinamika penyaluran BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kendari, sekaligus mengambil langkah untuk merespons peningkatan permintaan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan penyaluran BBM terus dipantau dan penyesuaian operasional dilakukan berdasarkan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Kami memahami kondisi yang dirasakan masyarakat di Kota Kendari, khususnya terkait dinamika penyaluran Pertalite di sejumlah SPBU. Saat ini kami terus melakukan berbagai upaya agar penyaluran berjalan sebaik mungkin dan kebutuhan masyarakat tetap dapat dilayani,” ujar Okky.

Saat ini terdapat 15 SPBU di Kota Kendari. Sebanyak 14 SPBU di antaranya menyalurkan Pertalite, sedangkan tujuh SPBU menyalurkan Biosolar. Seluruh SPBU tersebut juga menyediakan BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Dexlite.

Dari sisi penyaluran, volume Pertalite di Kota Kendari pada periode September 2026 tercatat meningkat hingga 119 persen dibandingkan periode normal sebelum kenaikan harga. Lonjakan permintaan tersebut menjadi salah satu faktor yang terus diperhitungkan Pertamina dalam mengatur distribusi BBM di lapangan.

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan tersebut, operasional Integrated Terminal (IT) Kendari dimulai lebih awal. Langkah ini memungkinkan penyaluran BBM menuju SPBU dilakukan sejak pagi hari sehingga pasokan dapat lebih cepat diterima dan disalurkan kepada masyarakat.

BACA JUGA :  Bertemu Menko Perekonomian, Manajemen PT Vale dan Huayou Sampaikan Apresiasi Atas Dukungan Investasi di Blok Pomalaa

“Kami melakukan ekstra jam operasional di terminal maupun SPBU agar penyaluran dapat dimulai lebih awal. Kami juga terus melakukan penambahan suplai Pertalite ke SPBU di Kota Kendari sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” jelas Okky.

Berdasarkan pemantauan terakhir, dinamika penyaluran Pertalite untuk kendaraan roda empat masih terjadi di sejumlah SPBU. Sementara itu, penyaluran Pertalite bagi kendaraan roda dua terpantau masih dalam kondisi normal. Adapun penyaluran Biosolar di lapangan berjalan lancar.

Di tengah kondisi tersebut, Pertamina bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga tengah membahas sejumlah opsi pengaturan penyaluran BBM untuk mengantisipasi pengisian berulang sekaligus menjaga ketersediaan Pertalite bagi masyarakat.

Salah satu opsi yang dibahas adalah pengaturan batas pengisian pada kondisi tertentu. Namun, kebijakan tersebut masih dalam proses pembahasan bersama pemerintah daerah dan belum menjadi ketentuan yang diterapkan secara umum.

Selain penyesuaian pasokan dan jam operasional, Pertamina memperkuat pengawasan distribusi BBM melalui inspeksi mendadak bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan aparat penegak hukum. Sidak juga akan dilakukan secara berkala di sejumlah SPBU.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Pengawasan di SPBU akan kami lakukan bersama secara berkala, termasuk untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran dan mencegah adanya pengisian berulang yang tidak sesuai ketentuan,” kata Okky.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan pemantauan stok dan penyaluran BBM di Kota Kendari terus dilakukan secara intensif. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan juga diperkuat untuk menjaga kelancaran distribusi energi.