Polri dan Imigrasi Luncurkan I-GHAS 24/7, Buronan Internasional Lebih Mudah Terdeteksi

oleh -42 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Direktorat Jenderal Imigrasi memperkuat pengawasan terhadap buronan internasional melalui pemanfaatan aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7). Sistem ini memungkinkan petugas imigrasi di seluruh pintu perlintasan Indonesia melakukan verifikasi lebih cepat terhadap individu yang terindikasi masuk dalam daftar buronan internasional di 196 negara anggota Interpol.

Peluncuran I-GHAS 24/7 berlangsung di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (5/11/2026), sebagai langkah memperkuat koordinasi dan pertukaran informasi antara Polri dan Imigrasi dalam mencegah masuk maupun keluarnya pelaku kejahatan lintas negara.

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menyambut baik peluncuran sistem kolaboratif tersebut. Menurut dia, kehadiran I-GHAS 24/7 menjadi terobosan untuk menghubungkan komunikasi dan pertukaran informasi antara petugas di lapangan dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri secara lebih efektif.

“Inisiasi dari Divhubinter untuk membuat I-GHAS 24/7 ini kami sambut dengan sangat baik. Bagaimana sebenarnya kolaborasi komunikasi yang telah terjalin, terutama di daerah-daerah perlintasan, akan terhubung melalui suatu sistem yang benar-benar lebih tepat, lebih cepat, lebih akurat,” ujar Hendarsam.

Ia menegaskan, penguatan pengawasan di wilayah perbatasan membutuhkan dukungan teknologi yang mampu meningkatkan akurasi identifikasi. Dengan demikian, potensi ancaman kejahatan transnasional dapat diantisipasi sejak seseorang memasuki wilayah Indonesia.

“Komitmen kami bersama, bagaimana kita mempunyai doktrin yang sama, berorientasi yang sama: Imigrasi untuk rakyat, polisi untuk masyarakat,” tegas Hendarsam.

Peluncuran aplikasi tersebut turut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri Irjen Pol Untung Widyamoko. Melalui I-GHAS 24/7, petugas imigrasi di titik-titik perlintasan dapat terhubung langsung dengan Divhubinter Polri untuk melakukan identifikasi serta penanganan terhadap buronan dan pelaku kejahatan lintas negara.

BACA JUGA :  Toyota Auto Show Kendari Bidik 110 SPK, Program Trade-In dan Smart Upgrade Jadi Primadona

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan, pemanfaatan teknologi tersebut menjadi langkah strategis dalam menghadapi kompleksitas kejahatan transnasional. Sejumlah ancaman yang menjadi perhatian antara lain tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan penyelundupan narkotika.

“Ini adalah terobosan yang dilakukan secara kolaboratif antara Polri dan Imigrasi Indonesia. Tentunya ini untuk memperkuat pengawasan buronan internasional dan juga pelaku lintas negara di pintu perlintasan Indonesia,” kata Suyudi.

Pengembangan I-GHAS 24/7 juga akan dilanjutkan melalui integrasi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta pemanfaatan data biometrik yang direncanakan mulai 2027.

“Melalui integrasi data ini, Imigrasi dan Polri berupaya memperketat pengawasan lalu lintas orang di perbatasan tentunya tanpa mengesampingkan kelancaran pelayanan keimigrasian bagi masyarakat,” tutup Hendarsam.