Manajemen Pertamina Tinjau AFT Hasanuddin, Pastikan Keandalan Pasokan Avtur Indonesia Timur

oleh -63 Dilihat

Makassar, Berikabar.co – Manajemen PT Pertamina (Persero) meninjau langsung kesiapan Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin, Makassar, untuk memastikan keandalan layanan dan pasokan bahan bakar pesawat atau avtur bagi penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Peninjauan tersebut dilakukan melalui kegiatan Management Walk Through (MWT) yang digelar di AFT Hasanuddin, Kamis (3/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan sarana dan fasilitas pendukung operasional avtur berada dalam kondisi andal, sekaligus memenuhi standar keselamatan dan kualitas.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran manajemen melakukan diskusi serta peninjauan langsung ke sejumlah area operasional AFT Hasanuddin. Pemeriksaan mencakup sarana dan fasilitas pendukung hingga proses Quality Control (QC).

Peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan aset dan operasional sekaligus mengidentifikasi berbagai ruang penguatan yang dapat mendukung keandalan pelayanan avtur bagi kebutuhan penerbangan.

Kegiatan MWT dihadiri jajaran Manajemen PT Pertamina (Persero), Subholding Downstream, serta fungsi Asset Management dan Procurement. Di antaranya Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero) M. Erry Sugiharto, Direktur Penunjang Bisnis Subholding Downstream Putut Andriatno, serta jajaran manajemen terkait.

Melalui kegiatan tersebut, manajemen memberikan sejumlah arahan dan masukan mengenai pengelolaan fasilitas, keandalan peralatan, standardisasi aset, serta kesiapan sarana pendukung operasional. Seluruh masukan tersebut menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut bersama fungsi terkait.

Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero), M. Erry Sugiharto, mengatakan peninjauan langsung ke lapangan penting untuk memastikan aset dan fasilitas yang mendukung operasional avtur dikelola secara optimal.

“Kami ingin memastikan fasilitas dan aset yang mendukung operasional avtur memiliki keandalan yang baik dan dikelola dengan standar yang konsisten. Peninjauan langsung juga menjadi kesempatan untuk melihat kebutuhan di lapangan, memberikan arahan, sekaligus memastikan ruang perbaikan dapat segera ditindaklanjuti dengan baik,” ujar Erry.

BACA JUGA :  OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Erry menambahkan, keandalan fasilitas harus berjalan beriringan dengan penerapan aspek keselamatan dan kualitas dalam setiap proses operasional.

“Keselamatan dan kualitas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keandalan operasional. Karena itu, pengelolaan aset, kesiapan fasilitas, dan kompetensi personel perlu terus diperkuat agar pelayanan kepada pelanggan dapat berlangsung secara aman dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Aviation Fuel Terminal Manager Hasanuddin, Andreas Yanuar Arinawan, mengatakan kunjungan dan arahan manajemen menjadi penguatan bagi seluruh tim AFT Hasanuddin untuk terus menjaga kesiapan operasional.

“Kunjungan dan arahan dari manajemen menjadi motivasi bagi kami untuk terus memastikan seluruh sarana, fasilitas, dan proses operasional berada dalam kondisi yang andal. Setiap masukan yang diberikan akan kami tindak lanjuti sebagai bagian dari evaluasi dan peningkatan kinerja AFT Hasanuddin,” kata Andreas.

Menurut Andreas, keandalan layanan avtur dibangun melalui kesiapan berbagai aspek secara menyeluruh, mulai dari fasilitas, kualitas produk, proses operasional, hingga kesiapan personel.

“Bagi kami, keandalan pasokan avtur dan keselamatan operasional merupakan prioritas. Seluruh proses, mulai dari penerimaan, penyimpanan, pengendalian kualitas hingga pelayanan kepada pelanggan, terus kami jalankan sesuai standar dan prosedur yang berlaku,” ujarnya.

AFT Hasanuddin memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan avtur bagi operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Bandara tersebut menjadi salah satu simpul konektivitas udara utama di kawasan Indonesia Timur.

Keandalan pelayanan avtur tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan operasional penerbangan, tetapi juga berperan dalam mendukung mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, serta konektivitas antarwilayah di kawasan Indonesia Timur.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan perhatian manajemen terhadap AFT Hasanuddin merupakan bagian dari upaya memastikan layanan energi bagi sektor penerbangan terus memenuhi kebutuhan pelanggan.

BACA JUGA :  Wujud Kepedulian Polri, 250 Paket Takjil Biro SDM Polda Sultra Sasar Jamaah Masjid dan Pengguna Jalan

“Bagi pelanggan, keandalan pasokan avtur menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kelancaran operasional penerbangan. Karena itu, Pertamina terus memastikan kesiapan fasilitas, kualitas produk, keselamatan, dan proses pelayanan berjalan secara konsisten agar kebutuhan pelanggan dapat dilayani secara optimal,” ujar Lilik.

Lilik menambahkan, seluruh arahan dan masukan yang diperoleh dari kegiatan MWT akan menjadi bagian dari proses perbaikan berkelanjutan untuk memperkuat layanan AFT Hasanuddin.

“Kami akan menindaklanjuti arahan manajemen melalui koordinasi lintas fungsi dan evaluasi secara berkelanjutan. Dengan kesiapan fasilitas dan operasional yang terus diperkuat, kami berkomitmen menjaga layanan avtur yang aman dan andal untuk mendukung konektivitas masyarakat di Indonesia Timur,” tutup Lilik.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berkomitmen terus memperkuat keandalan operasional AFT Hasanuddin melalui pengelolaan aset secara optimal, penerapan standar keselamatan dan kualitas secara konsisten, serta peningkatan kesiapan fasilitas dan personel.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam menjaga keandalan layanan energi sekaligus mendukung kelancaran penerbangan dan konektivitas masyarakat di kawasan Indonesia Timur.

Energizing Your Journey, Connecting Indonesia.