Belajar Lalu Lintas Bersama Polisi, Anak TK Presiden Kini Tak Lagi Takut

oleh -89 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  – Suasana belajar yang berbeda dirasakan anak-anak TK Presiden, Kecamatan Baruga, Kendari, Selasa (29/9/2026). Mereka mengikuti kegiatan outing class edukatif bersama kepolisian untuk mengenal aturan lalu lintas sekaligus belajar pentingnya keselamatan di jalan raya.

Kegiatan tersebut tidak sekadar mengenalkan berbagai rambu lalu lintas kepada anak-anak. Interaksi langsung dengan polisi juga menjadi bagian penting untuk membangun pemahaman bahwa aparat kepolisian merupakan sosok yang hadir untuk melindungi dan menjaga keamanan masyarakat.

Kepala Sekolah TK Presiden, Eca Hamsah, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni mengenalkan aturan lalu lintas sejak dini sekaligus menghilangkan rasa takut sebagian anak terhadap sosok polisi.

Menurut dia, masih terdapat anak yang merasa takut atau bahkan enggan bertemu polisi. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan sekolah menyambut baik kegiatan edukasi dengan pendekatan yang ramah anak.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan bahwa polisi bukan sosok yang harus ditakuti, melainkan dapat menjadi sahabat sekaligus pelindung anak. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membangun persepsi positif terhadap kepolisian dan bahkan mendorong anak-anak memiliki cita-cita menjadi anggota polisi di masa depan.

Eca juga menilai sosialisasi keselamatan lalu lintas secara langsung di sekolah memiliki manfaat besar dalam membentuk karakter anak. Ia menyoroti kebiasaan sebagian anak yang masih enggan menggunakan helm ketika dibonceng sepeda motor. Namun, setelah mendapatkan penjelasan langsung dari polisi, anak-anak menjadi lebih memahami bahwa helm berfungsi melindungi kepala dari risiko cedera ketika terjadi kecelakaan.

Menurut Eca, edukasi yang diberikan langsung oleh figur otoritas seperti polisi dapat membantu memperkuat kepatuhan dan kesadaran keselamatan anak sejak usia dini. Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin di sekolah-sekolah.

BACA JUGA :  Wujudkan Kesejahteraan Pendidik, Gubernur Sultra Serahkan Tunjangan Guru

Selain edukasi, Eca juga berharap aspek keselamatan di sekitar lingkungan sekolah mendapat perhatian. Ia mengusulkan adanya fasilitas penyeberangan seperti zebra cross dan rambu lalu lintas di depan sekolah untuk meningkatkan keamanan siswa dan orang tua saat aktivitas antar-jemput.

Dari sisi orang tua, kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi. Rima, salah satu orang tua murid yang hadir mendampingi, menilai kegiatan outing class memberikan manfaat langsung karena anak-anak dapat belajar aturan lalu lintas melalui pengalaman di lapangan.

Rima melihat adanya perubahan dalam cara anak-anak memandang polisi. Jika sebelumnya sebagian anak merasa takut, kegiatan tersebut membuat mereka lebih mengenal polisi sebagai sosok yang ramah dan bersahabat.

Selain mengenal polisi, anak-anak juga mendapatkan pemahaman mengenai kedisiplinan dan etika berkendara. Mereka diajarkan pentingnya menggunakan sabuk pengaman atau seatbelt ketika berada di dalam mobil serta menggunakan helm ketika mengendarai atau dibonceng sepeda motor.

Anak-anak juga diperkenalkan secara sederhana dengan kelengkapan berkendara orang dewasa, seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Edukasi tersebut menjadi bagian dari pengenalan terhadap aturan hukum dan keselamatan berlalu lintas sesuai usia mereka.

Kegiatan outing class TK Presiden Kecamatan Baruga akhirnya tidak hanya menjadi aktivitas belajar di luar kelas, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun karakter, kedisiplinan dan kesadaran keselamatan sejak usia dini. Kolaborasi antara sekolah, orang tua dan kepolisian diharapkan dapat terus berlanjut untuk membentuk generasi yang memahami aturan lalu lintas sekaligus melihat polisi sebagai sahabat dan pelindung masyarakat.