PT Vale Dorong Desa Wisata Unsongi Jadi Model Pemberdayaan Masyarakat di Morowali

oleh -111 Dilihat

Morowali – Pengembangan Desa Wisata Unsongi di Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menjadi salah satu langkah kolaboratif PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), Pemerintah Kabupaten Morowali, dan Pemerintah Desa Unsongi dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Desa wisata tersebut resmi diluncurkan pada 8 Agustus 2026 melalui program Indonesia Growth Project (IGP) Morowali. Pengembangan Unsongi mengusung konsep Community-Based Tourism (CBT) yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam mengelola sekaligus menjaga keberlanjutan destinasi.

Konsep tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh manfaat langsung dari aktivitas pariwisata. Selain penataan destinasi, program mencakup peningkatan kapasitas pengelola melalui pelatihan pemandu wisata dan manajemen homestay serta penguatan promosi produk UMKM lokal.

Potensi tenun lokal, kuliner khas desa, lanskap alam yang masih asri, serta berbagai kearifan budaya menjadi bagian dari daya tarik yang dikembangkan. Potensi tersebut diharapkan mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Unsongi.

Salwa, Community Development Officer IGP Morowali, mengatakan kolaborasi menjadi faktor penting dalam memastikan program pengembangan desa wisata berjalan secara berkelanjutan.

“Pengembangan Desa Wisata Unsongi merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan PT Vale. Kami percaya bahwa kolaborasi menjadi kunci untuk menciptakan destinasi wisata yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan kelestarian lingkungan dalam pengembangan pariwisata di Desa Unsongi.

“Bagi kami, pengembangan ekonomi masyarakat melalui pariwisata tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Keduanya harus berjalan beriringan karena pariwisata yang berkelanjutan hanya dapat tumbuh dari lingkungan yang terjaga dengan baik,” ujarnya.

BACA JUGA :  Atasi Tawuran dan Balapan Liar, Kapolres Konsel Dorong Pemuda Terlibat dalam Kegiatan Positif

Karena itu, peluncuran desa wisata dirangkaikan dengan edukasi pengelolaan sampah melalui booth interaktif. Masyarakat dan pelajar diperkenalkan dengan pemilahan sampah organik dan anorganik, prinsip 3R, hingga pengolahan sampah organik menjadi kompos dan produk daur ulang.

Pemerintah daerah, pemerintah desa, dan PT Vale berharap pengembangan Desa Wisata Unsongi dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat pelestarian budaya dan lingkungan. Program pemberdayaan, pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas masyarakat, serta edukasi lingkungan akan menjadi bagian dari penguatan desa wisata tersebut ke depan.

Dengan pendekatan kolaboratif itu, Desa Unsongi diharapkan tidak hanya berkembang sebagai destinasi wisata baru di Morowali, tetapi juga menjadi contoh pengembangan desa berbasis masyarakat yang mampu mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan.