Polda Sultra Gelar Upacara Hari Juang Polri, Kenang Peran Polisi dalam Mempertahankan Kemerdekaan

oleh -72 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) menggelar upacara peringatan Hari Juang Polri di Lapangan Apel Presisi Polda Sultra, Jumat (21/8/2026). Upacara dipimpin Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K., dan diikuti para pejabat utama Polda Sultra, personel Polri, serta ASN Polri.

Peringatan Hari Juang Polri menjadi momentum untuk mengenang kembali sejarah perjuangan dan pengabdian insan Bhayangkara dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari sekadar seremoni, peringatan tersebut menjadi ruang refleksi bagi seluruh personel Polri untuk meneruskan semangat pengabdian yang diwariskan para pendahulu.

Secara historis, perjuangan tersebut berawal setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang keduanya pada 19 Agustus 1945, PPKI menetapkan sejumlah keputusan penting terkait pemerintahan Indonesia, termasuk penetapan status Kepolisian Republik Indonesia agar berada dalam kekuasaan Pemerintah Indonesia.

Menindaklanjuti keputusan tersebut, pada 20 Agustus 1945, Inspektur Polisi Kelas I Muhammad Jasin selaku Komandan Polisi Istimewa Surabaya bersama sejumlah anggota menggelar pertemuan untuk membahas kedudukan kepolisian pasca-Proklamasi Kemerdekaan.

Dari pertemuan itu kemudian disepakati bahwa pada 21 Agustus 1945, kepolisian menyatakan kesetiaannya kepada Negara Republik Indonesia melalui Proklamasi Polisi. Pada hari yang sama, Muhammad Jasin memimpin apel pagi di halaman Markas Polisi Istimewa Surabaya dan membacakan teks Proklamasi Polisi yang diikuti seluruh anggota.

Setelah pembacaan Proklamasi Polisi, para anggota diperintahkan melaksanakan pawai siaga sebagai bentuk kesiapan menghadapi reaksi Jepang sekaligus menyebarluaskan semangat Proklamasi Polisi.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam sejarah perjuangan Polri dalam mendukung dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Polisi pada masa itu turut melakukan pelucutan senjata dari gudang senjata Jepang, mendistribusikan senjata kepada badan-badan perjuangan, mengirimkan senjata ke berbagai wilayah, serta terlibat dalam perlawanan terhadap kedatangan Sekutu hingga pecahnya peristiwa 10 November 1945.

BACA JUGA :  Satgas PASTI Blokir AMG Pantheon, 100 Brimob Siaga Amankan Rakor Penanganan Investasi Ilegal di Baubau

Perjuangan tersebut kemudian berlanjut ketika bangsa Indonesia menghadapi Agresi Militer Belanda I dan II. Jejak perjuangan itu menjadi bagian dari sejarah panjang Polri dalam mempertahankan kemerdekaan dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui peringatan Hari Juang Polri, Polda Sultra menjadikan sejarah perjuangan tersebut sebagai pengingat bahwa tugas kepolisian tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang bangsa Indonesia. Nilai keberanian, kesetiaan, pengorbanan, dan pengabdian para pendahulu diharapkan terus melekat dalam diri setiap personel Polri.

Nilai-nilai tersebut menjadi landasan bagi personel Polri dalam menjalankan tugas memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus menjaga keamanan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  1.