Luwu Timur, Berikabar.co – PT Vale Indonesia Tbk (Vale Indonesia) terus mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dengan memperluas akses pemasaran produk. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui peresmian Rumah Oleh-Oleh Telaloa di Desa Magani, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur.
Kehadiran Rumah Oleh-Oleh Telaloa diharapkan menjadi ruang pemasaran yang mempertemukan produk UMKM dengan konsumen secara lebih dekat. Fasilitas tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Vale Indonesia membangun ekosistem usaha yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga membuka peluang pasar bagi pelaku UMKM.
Saat ini, sebanyak 127 UMKM tercatat sebagai UMKM binaan Vale Indonesia. Selain itu, terdapat 49 UMKM potensial yang sedang dibidik untuk menjadi UMKM binaan. Para pelaku usaha tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili.
Head of External Relations Sorowako & Outer Area Vale Indonesia, Yusri Yunus mengungkapkan,”Pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan meningkatkan kemampuan menghasilkan produk. Pelaku usaha juga membutuhkan ekosistem yang mendukung, mulai dari kapasitas pengelolaan usaha, pemenuhan legalitas, hingga akses terhadap pasar. Tanpa dukungan tersebut, produk lokal berpotensi memiliki keterbatasan dalam menjangkau konsumen dan berkembang secara berkelanjutan.”
“Karena itu, Vale Indonesia mendorong pembinaan UMKM yang berjalan beriringan dengan pembukaan akses pasar. Pendekatan ini diarahkan agar pelaku usaha tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga masuk dan memenuhi kebutuhan pasar dan memiliki peluang untuk meningkatkan usahanya. Banyak kendala yang masih dihadapi teman-teman UMKM. Karena itu, kami berharap pendampingan dan pembukaan akses pasar melalui Pusat Oleh-oleh Telaloa ini dapat membantu mereka mengembangkan usahanya,” jelas Yusri.
Menurut Yusri, penguatan UMKM membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari pendampingan pengelolaan usaha, pemenuhan aspek legalitas hingga penciptaan kanal pemasaran. Dengan dukungan tersebut, produk lokal diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Sementara itu, Camat Nuha Arief Fadillah Amier mengatakan pengembangan UMKM membutuhkan komunikasi dan sinergi dengan berbagai pihak. “Perlu kolaborasi, duduk bersama, dan banyak komunikasi agar kita bisa memberikan solusi kepada UMKM, termasuk agar semakin banyak produk yang dapat masuk dan dipasarkan di sini. Ini merupakan bentuk upaya yang baik untuk membuka ruang bagi pelaku UMKM,” katanya.
Nuha menambahkan,”Pemerintah akan terus mendukung berbagai upaya yang memberikan manfaat bagi pelaku UMKM dan masyarakat. Kami akan selalu mendukung hal-hal baik yang dilakukan Vale Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM dan masyarakat. Semoga pusat oleh-oleh ini bisa terus berkembang, mendukung kemajuan ekonomi lokal.”
Rumah Oleh-Oleh Telaloa selanjutnya akan beroperasi Senin hingga Sabtu, pukul 09.00–17.00 WITA. Kehadirannya diharapkan menjadi salah satu kanal pemasaran produk UMKM dari empat kecamatan sekaligus memperkuat hubungan antara pelaku usaha, koperasi, masyarakat, dan pasar.
Melalui pendampingan, penguatan kapasitas, pemenuhan legalitas, serta perluasan akses pasar, Vale Indonesia mendorong UMKM lokal memiliki fondasi usaha yang lebih kuat dan peluang pertumbuhan yang lebih berkelanjutan. Rumah Oleh-Oleh Telaloa menjadi salah satu bentuk konkret upaya tersebut dengan membawa produk UMKM lebih dekat kepada masyarakat dan membuka ruang pemasaran yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.





