Pembiayaan UMKM Lewat Pindar Tembus Rp35,12 Triliun

oleh -73 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan industri Pinjaman Daring (Pindar/fintech lending) kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Hingga Juni 2026, pembiayaan Pindar kepada UMKM mencapai Rp35,12 triliun atau tumbuh 23,25 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Nilai tersebut setara dengan sekitar 33,41 persen dari total pembiayaan industri Pindar yang pada periode yang sama tercatat sebesar Rp105,14 triliun. Sementara itu, tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 berada di posisi 4,26 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin pentingnya peran Pindar dalam membuka akses pendanaan bagi pelaku UMKM.

“Industri Pindar memiliki posisi yang semakin penting dalam menyediakan alternatif pendanaan bagi UMKM,” kata Agusman dalam acara Fintech Lending Days di Denpasar, Bali, Jumat.

Menurut Agusman, dukungan industri Pindar terhadap pembiayaan UMKM sejalan dengan kebijakan OJK untuk mendorong industri tersebut menjadi sarana yang mampu menghadirkan akses pembiayaan secara lebih luas dan berkualitas.

OJK juga mendorong agar perkembangan industri Pindar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperluas akses pembiayaan bagi sektor produktif.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun yang turut hadir dalam acara tersebut menilai industri Pindar memiliki kontribusi besar terhadap pembiayaan UMKM. Ia menekankan pentingnya penguatan industri melalui regulasi, kepastian hukum, dan ekosistem yang mendukung.

“Pindar punya kontribusi yang luar biasa dalam pembiayaan UMKM. Untuk itu industri ini harus diberikan ruang yang cukup untuk terus tumbuh dari sisi regulasi, pondasi hukum, serta ekosistem yang mendukung,” kata Misbakhun.

BACA JUGA :  Solusi Internet Unlimited Cepat hingga 100 Mbps dengan Paket “JITU 1” dari IndiHome

Ia mengatakan kontribusi Pindar terhadap UMKM sejalan dengan berbagai program pemerintah yang memberikan dukungan terhadap pengembangan sektor tersebut. Karena itu, kondisi saat ini dinilai menjadi momentum bagi industri Pindar untuk semakin memperkuat perannya dalam pembiayaan UMKM.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik S. Djafar menegaskan bahwa pertumbuhan industri Pindar tidak cukup hanya mengejar ekspansi, tetapi juga harus memastikan aspek kesehatan, tanggung jawab, dan keberlanjutan industri.

“Masa depan industri ini membutuhkan kolaborasi yang lebih erat dari stakeholders seperti pemerintah, investor, perbankan, ekosistem pendukung, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya,” kata Entjik.

Senada, Gubernur Provinsi Bali Wayan Koster menekankan pentingnya industri Pindar meningkatkan porsi pembiayaan produktif kepada UMKM. Langkah tersebut dinilai dapat semakin memperkuat peran UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.

Fintech Lending Days di Denpasar juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara industri Pindar dan pelaku UMKM. Dalam kegiatan tersebut digelar penandatanganan Nota Kesepahaman antara sejumlah perusahaan Pindar dengan pelaku UMKM, serta pameran dan business matching UMKM.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan sekaligus mempertemukan pelaku UMKM dengan industri Pindar dan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem pembiayaan digital.