AFT Hasanuddin Raih Low Risk dalam Audit IFQP 2026, Kinerja Lampaui Sejumlah AFT Internasional

oleh -52 Dilihat

Makassar, Berikabar.co  – Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin Group, Makassar, berhasil menyelesaikan International Air Transport Association (IATA) Fuel Quality Pool (IFQP) Audit 2026 dengan hasil Low Risk. Capaian tersebut menjadi pengakuan atas kesiapan fasilitas, kualitas bahan bakar, aspek keselamatan, serta keandalan operasional pelayanan aviation fuel di AFT Hasanuddin.

Assessment berlangsung selama dua hari, 19–20 Agustus 2026, dengan auditor IFQP dari Malaysia Airlines. Proses tersebut dilakukan untuk menilai berbagai aspek pengelolaan dan pelayanan bahan bakar penerbangan berdasarkan standar serta checklist yang berlaku dalam industri penerbangan internasional.

IFQP merupakan bagian dari mekanisme fuel quality assurance dalam industri penerbangan yang melibatkan maskapai dari berbagai negara. Melalui program tersebut, fasilitas dan layanan aviation fuel di berbagai bandara dinilai secara menyeluruh guna memastikan standar kualitas, keselamatan, dan operasional dapat diterapkan secara konsisten.

Selama assessment, auditor memeriksa sejumlah aspek operasional AFT Hasanuddin, mulai dari kualitas bahan bakar, fasilitas dan peralatan, prosedur kerja, dokumentasi, aspek keselamatan, hingga implementasi operasional di lapangan.

Hasil assessment menempatkan AFT Hasanuddin dalam kategori Low Risk. Dalam prosesnya, hanya ditemukan minor finding yang dapat langsung ditindaklanjuti dan diselesaikan selama periode assessment.

Auditor juga memberikan apresiasi terhadap kesiapan tim dan kondisi operasional AFT Hasanuddin di lapangan dengan menyampaikan penilaian “everyone is doing a good job”.

Penilaian tersebut semakin berarti karena berdasarkan pengalaman auditor dalam melakukan assessment di berbagai fasilitas aviation fuel, performa AFT Hasanuddin dinilai lebih baik dibandingkan sejumlah AFT yang pernah diaudit sebelumnya, termasuk fasilitas aviation fuel di major location luar negeri.

Capaian tersebut menjadi pengakuan positif bahwa standar operasional, kesiapan fasilitas, serta penerapan aspek safety dan quality di AFT Hasanuddin mampu memenuhi bahkan melampaui ekspektasi pada sejumlah fasilitas aviation fuel di lokasi internasional.

BACA JUGA :  Aset dan Kredit Naik, OJK Sebut Perbankan Sultra Berada pada Tren Positif

AFT Hasanuddin memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan aviation fuel di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, yang menjadi salah satu simpul konektivitas udara utama di kawasan Indonesia Timur. Keandalan pasokan bahan bakar pesawat menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran operasional penerbangan sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Aviation Fuel Terminal Manager Hasanuddin Group, Andreas Yanuar Arinawan, mengatakan hasil assessment IFQP menjadi cerminan konsistensi seluruh tim dalam menjalankan standar operasional dan keselamatan pada setiap proses pelayanan aviation fuel.

“Hasil Low Risk pada audit IFQP 2026 menjadi pencapaian yang membanggakan bagi seluruh tim AFT Hasanuddin. Assessment ini memberikan gambaran bahwa kesiapan fasilitas, penerapan prosedur, kualitas operasional, serta budaya safety yang kami jalankan telah berada pada level yang baik. Kami akan menjadikan hasil assessment ini sebagai bahan evaluasi untuk terus mempertahankan sekaligus meningkatkan standar pelayanan ke depannya,” ujar Andreas.

Menurut Andreas, kesiapan menghadapi assessment internasional tidak hanya dibangun menjelang pelaksanaan audit, tetapi merupakan hasil dari kedisiplinan seluruh personel dalam menjalankan prosedur dan menjaga keandalan operasional sehari-hari.

“Kami mengapresiasi seluruh fungsi yang terlibat, khususnya tim Operations dan Quality Assurance, yang secara konsisten menjaga kualitas pekerjaan di lapangan. Temuan minor yang muncul juga langsung kami tindaklanjuti sehingga proses assessment dapat diselesaikan dengan baik,” tambahnya.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan capaian tersebut menjadi bukti positif komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjaga kualitas dan keselamatan layanan aviation fuel di wilayah operasional Sulawesi.

“Capaian Low Risk dari assessment IFQP menjadi apresiasi sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus menjaga standar pelayanan aviation fuel. AFT Hasanuddin memiliki posisi strategis dalam mendukung konektivitas udara di kawasan Indonesia Timur, sehingga aspek safety, kualitas, dan keandalan harus terus menjadi perhatian dalam setiap proses operasional,” kata Lilik.

BACA JUGA :  Jamin Kepastian Hukum Proyek Ketenagalistrikan, PLN UIP Sulawesi Terima 58 Sertifikat Tanah di Donggala

Lilik menambahkan, pencapaian tersebut juga menunjukkan kualitas pengelolaan aviation fuel di Sulawesi mampu memenuhi ekspektasi industri penerbangan internasional.

“Kami bangga melihat tim AFT Hasanuddin mampu menunjukkan performa yang baik dalam assessment berstandar internasional. Ke depan, kami akan terus mendorong budaya continuous improvement agar standar yang telah dicapai dapat dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Lilik.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi selanjutnya akan terus memperkuat penerapan standar HSSE, kualitas produk, keandalan fasilitas, kompetensi personel, serta disiplin operasional di seluruh lini layanan aviation fuel. Evaluasi dan perbaikan berkelanjutan menjadi bagian dari upaya memastikan layanan energi penerbangan tetap aman, andal, dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.

Melalui AFT Hasanuddin, Pertamina Patra Niaga terus mendukung kelancaran konektivitas udara dari Makassar dan kawasan Indonesia Timur dengan menghadirkan layanan aviation fuel yang mengutamakan kualitas, keselamatan, dan keandalan.