Kendari, Berikabar.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara mencatat capaian menggembirakan dalam pembangunan literasi dan inklusi keuangan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, Sultra menjadi provinsi dengan indeks literasi dan inklusi keuangan tertinggi di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), sekaligus melampaui rata-rata nasional.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan indeks literasi keuangan Sultra mencapai 72,35 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan sebesar 85,52 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang masing-masing berada pada level 68,83 persen dan 81,99 persen.
“Kabar baiknya adalah Sultra merupakan provinsi dengan indeks literasi dan inklusi keuangan tertinggi di kawasan Sulampua, dengan indeks literasi 72,35% dan inklusi 85,52%, keduanya melampaui rata-rata nasional (literasi: 68,83%; inklusi: 81,99%),” kata Bismi.
Meski demikian, Bismi mengingatkan masih terdapat tantangan pada kelompok usia muda. Berdasarkan SNLIK 2026, kelompok usia 18–25 tahun justru mengalami penurunan indeks inklusi keuangan sebesar 0,21 persen, sehingga menjadi satu-satunya kelompok usia yang stagnan ketika kelompok umur lain mengalami pertumbuhan.
“Artinya, generasi muda Sultra memang aktif secara digital, tapi belum tentu bijak dalam memanfaatkan produk keuangan secara optimal dan aman,” bebernya.
Di sisi lain, kelompok usia 15–17 tahun justru menunjukkan perkembangan positif dengan pertumbuhan inklusi keuangan tertinggi secara nasional sebesar 5,02 persen. Menurut Bismi, capaian tersebut menjadi indikator bahwa edukasi keuangan yang diberikan sejak bangku sekolah mulai memberikan dampak nyata.
“Hal ini merupakan bukti bahwa program edukasi keuangan di sekolah mulai membuahkan hasil nyata,” tandasnya.
OJK Sultra berharap peningkatan literasi keuangan tidak hanya diikuti tingginya akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga kemampuan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengambil keputusan finansial yang sehat, aman, dan berorientasi jangka panjang.





