Harga Nikel Menguat, Laba Bersih PT Vale Tembus US$61 Juta

oleh -121 Dilihat

Sorowako, Berikabar.co – PT Vale Indonesia Tbk membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang triwulan II 2026. Perseroan mencatat pendapatan sebesar US$290 juta atau meningkat 15 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan produksi nikel matte, penguatan harga nikel global, serta disiplin perusahaan dalam menjalankan operasional.

Produksi nikel matte naik menjadi 16.153 ton, sedangkan volume penjualan tetap stabil di level 13.932 ton. Di sisi lain, harga realisasi rata-rata nikel matte meningkat menjadi US$14.765 per ton atau naik sekitar 4 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Dari sisi biaya, PT Vale berhasil menjaga efisiensi. Biaya tunai pokok penjualan nikel matte turun menjadi US$10.005 per ton dibandingkan US$10.382 per ton pada triwulan pertama.

Efisiensi juga terlihat pada bisnis penjualan bijih nikel. Biaya tunai tercatat sebesar US$21 per ton di Bahodopi dan US$7 per ton di Pomalaa, termasuk biaya logistik dan royalti.

Perbaikan kinerja operasional tersebut berdampak pada peningkatan EBITDA yang melonjak 45 persen menjadi US$116 juta.

Sementara laba bersih perusahaan mencapai US$61 juta, meningkat 39 persen dibandingkan US$44 juta pada triwulan sebelumnya. Capaian ini menunjukkan peningkatan profitabilitas PT Vale di tengah kondisi pasar yang semakin mendukung.

Selama periode tersebut PT Vale juga mengalokasikan belanja modal sekitar US$116 juta untuk menjaga keberlanjutan operasi sekaligus mempercepat proyek-proyek pertumbuhan strategis. Perseroan menegaskan tetap berkomitmen menerapkan pengelolaan modal secara disiplin demi menjaga ketahanan keuangan jangka panjang.

BACA JUGA :  BI Sultra dan Balai Bahasa Dorong Literasi Anak Lewat Cerita Lokal dan Bahasa Daerah