Kendari, Berikabar.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat digitalisasi sistem pembayaran sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis UMKM dan pariwisata melalui penyelenggaraan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Sulawesi Tenggara 2026.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian strategis Road to FEKDI x ISEF 2026 ini mengusung tema “Jelajah Kuliner Nusantara, Bayar Praktis dengan QRIS”. Program tersebut dirancang untuk memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), meningkatkan literasi pembayaran digital, serta memperkuat ekosistem ekonomi digital di Sulawesi Tenggara melalui pendekatan edukatif dan partisipatif (experiential learning).
Pelaksanaan kegiatan berlangsung di tiga daerah, yakni Kota Kendari, Kota Baubau, dan Kabupaten Muna.
Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Pendaftaran yang dibuka pada 25–30 Juni 2026 berhasil menarik 227 pendaftar. Dari jumlah tersebut, Bank Indonesia menetapkan delapan tim yang terdiri atas 24 peserta dan delapan fasilitator untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Para peserta menjalankan berbagai misi, mulai dari edukasi penggunaan QRIS, kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, edukasi Pelindungan Konsumen (PeKA), promosi transportasi online, hingga pengenalan kuliner dan UMKM lokal Sulawesi Tenggara.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan secara bertahap, dimulai di Kota Kendari pada 8 Juli 2026, dilanjutkan di Kota Baubau pada 9–10 Juli 2026, dan berakhir di Kabupaten Muna pada 11–12 Juli 2026.
Program tersebut mencatatkan capaian positif pada seluruh misi yang dijalankan. Edukasi mengenai transportasi online menjangkau 270 orang, misi pengalaman penggunaan tujuh fitur QRIS diikuti 369 pengguna, sedangkan edukasi CBP Rupiah dan Pelindungan Konsumen berhasil menjangkau 1.541 orang.
Sementara itu, konten edukasi digital yang disebarluaskan melalui berbagai platform mencatatkan 652.974 engagement dengan jangkauan mencapai 23.834 orang, dan angka tersebut diproyeksikan terus meningkat.
Pelaksanaan kegiatan di Kabupaten Muna juga dirangkaikan dengan Festival Liangkobhori ke-4 pada 11 Juli 2026 yang dihadiri Menteri Kebudayaan RI, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Deputi Kementerian Pariwisata RI, Gubernur Sulawesi Tenggara, Bupati Muna, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Festival tersebut menjadi momentum perayaan atas pengakuan dunia terhadap Gua Liangkobhori sebagai situs prasejarah yang memiliki lukisan cadas tertua di dunia berusia 67.800 tahun berdasarkan penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang telah resmi tercatat dalam Guinness World Records.
Dalam kegiatan itu, peserta memperoleh pengalaman langsung mengenal budaya dan kuliner khas Muna melalui Tradisi Ewa Wuna, atraksi layang-layang Kaghati Kolope, Tarian Linda dan Modero, hingga proses pembuatan makanan tradisional Tunuha.
Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga memberikan dukungan berupa fasilitasi sarana kawasan wisata Gua Liangkobhori, penguatan UMKM binaan termasuk Tenun Masalili, serta edukasi dan implementasi transaksi digital menggunakan QRIS bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Secara keseluruhan, pelaksanaan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Sulawesi Tenggara 2026 berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan QRIS, memperluas akseptasi pembayaran digital di kalangan pelaku UMKM, serta memperkuat integrasi digitalisasi sistem pembayaran dengan sektor pariwisata dan kebudayaan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Bank Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital sebagai salah satu pilar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara yang inklusif dan berkelanjutan.





