Tokoh Muda Santri Apresiasi Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat, Ingatkan Amanah Harus Dijaga

oleh -77 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co – Tokoh Muda Santri sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren LP3IA Al-Quran Narukan, KH. Zaimul Umam, Ns., mengapresiasi hasil Survei Litbang Kompas Tahun 2026 yang menunjukkan meningkatnya tingkat kepercayaan, kepuasan, dan citra positif masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Dalam survei tersebut, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri tercatat mencapai 82,4 persen. Capaian itu dinilai menjadi indikator bahwa berbagai upaya pembenahan internal, peningkatan kualitas pelayanan, serta pengabdian yang dilakukan Polri mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Dalam keterangannya, KH. Zaimul Umam menegaskan bahwa meningkatnya kepercayaan publik tidak hanya dipandang sebagai capaian statistik, tetapi juga mencerminkan besarnya harapan masyarakat terhadap Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Sebagai bagian dari masyarakat pesantren, kami menyambut baik hasil Survei Litbang Kompas Tahun 2026 yang menunjukkan meningkatnya tingkat kepercayaan, kepuasan, dan citra positif masyarakat terhadap Polri. Peningkatan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan adanya ikhtiar, kerja keras, dan pengabdian yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah tantangan sosial, pesatnya perkembangan teknologi, serta dinamika kehidupan berbangsa, kehadiran aparat kepolisian yang dekat dengan masyarakat menjadi kebutuhan yang semakin penting. Bagi lingkungan pesantren, keamanan dan ketenteraman merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kecintaan terhadap tanah air.

“Ketika masyarakat merasa aman, para santri dapat belajar dengan tenang, para orang tua merasa tenteram, dan kehidupan sosial dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Meski memberikan apresiasi atas meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri, KH. Zaimul Umam mengingatkan bahwa capaian tersebut harus dimaknai sebagai amanah besar yang wajib dijaga oleh seluruh insan Bhayangkara.

Ia menilai, Polri yang dicintai masyarakat bukan hanya hadir ketika terjadi persoalan hukum, tetapi juga mampu menjadi sahabat, pendamping, dan pelindung dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, hasil survei tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan berkeadilan.

BACA JUGA :  PLN Rampungkan Pembangunan PLTMG Luwuk 40 MW, Pasokan Listrik Sistem Sulteng Makin Andal

Selain itu, ia juga mendorong agar sinergi antara Polri dengan kalangan ulama, santri, dan lembaga pendidikan keagamaan semakin diperkuat dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, mulai dari penyalahgunaan narkoba, radikalisme, kekerasan terhadap anak, perundungan, hingga dampak negatif perkembangan media digital.

“Pada akhirnya, kami meyakini bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Ketika polisi dekat dengan ulama, santri, dan masyarakat, maka akan lahir suasana yang sejuk, damai, dan penuh kepercayaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, KH. Zaimul Umam berharap Polri terus menjaga kepercayaan masyarakat dengan mengedepankan ketulusan dalam setiap bentuk pengabdian.

“Peningkatan angka-angka dalam survei tentu saja patut diapresiasi, namun yang paling berharga adalah ketika masyarakat merasa aman, didengar keluhannya, dan merasakan kehadiran polisi sebagai sahabat kehidupan. Semoga Polri terus menjaga amanah ini, karena kepercayaan masyarakat adalah kehormatan yang harus dirawat dengan ketulusan pengabdian,” tutup KH. Zaimul Umam.