Sespim Lemdiklat Polri Teliti Kepemimpinan Futuristis di Polda Sultra

oleh -56 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri melaksanakan penelitian tahap II di Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mengkaji pengembangan kepemimpinan Polri yang mampu menjawab tantangan penegakan hukum di era modern.

Penelitian tersebut berlangsung di Aula Dachara Polda Sultra, Rabu (19/8/2026), dan dibuka langsung Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H. Kegiatan turut dihadiri Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K., para pejabat utama, peserta penelitian, serta personel Polda Sultra.

Tim peneliti Sespim Lemdiklat Polri dipimpin Ketua Tim Kombes Pol. Leonardus Eric Bhismo, S.I.K., S.H., M.H., bersama Wakil Ketua Tim Kombes Pol. Frans Sentoe, S.I.K., serta konsultan, sekretaris, dan anggota tim penelitian.

Penelitian tersebut mengangkat tema “Pengembangan Kepemimpinan Polri yang Futuristis dalam Penegakan Hukum yang Modern dan Berkeadilan.” Tema ini menjadi relevan di tengah perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta semakin kompleksnya tantangan keamanan dan penegakan hukum.

Dalam sambutannya, Kapolda Sultra mengapresiasi Sespim Lemdiklat Polri yang menjadikan Polda Sultra sebagai salah satu objek penelitian. Ia menekankan bahwa kepemimpinan kepolisian tidak lagi dapat bertumpu pada pola konvensional, tetapi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Menurut Himawan, kemampuan adaptasi tersebut berkaitan erat dengan perkembangan peradaban manusia yang tidak terlepas dari hukum, bahasa, dan teknologi. Ketiga aspek tersebut perlu berjalan beriringan untuk mendukung penegakan hukum yang modern dan berbasis digital.

“Saat ini kepekaan terhadap dinamika kamtibmas serta kemampuan menganalisis setiap potensi gangguan keamanan menjadi salah satu kunci utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Di era yang serba cepat, ancaman sering kali muncul melalui fenomena-fenomena kecil yang hanya dapat diidentifikasi melalui kemampuan deteksi dan analisis yang tajam,” ungkap Irjen Himawan.

BACA JUGA :  Cuaca Panas Bisa Picu Penurunan Konsentrasi, Asmo Sulsel Ajak Pengendara Lebih Waspada

Ia menilai kemampuan analisis menjadi salah satu tantangan penting bagi institusi kepolisian. Setiap kebijakan dan tindakan harus didukung data yang akurat serta analisis yang tepat sehingga keputusan strategis tidak dibuat berdasarkan perkiraan semata.

Di Polda Sultra, pendekatan tersebut diterapkan dalam berbagai bidang, mulai dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), penegakan hukum hingga pelayanan publik. Penguatan patroli, misalnya, dilakukan dengan memanfaatkan laporan pengaduan masyarakat dan informasi dari media sosial.

Pada bidang penegakan hukum, Polda Sultra menerapkan kebijakan pinjam pakai barang bukti kendaraan bermotor sebagai bentuk kepedulian agar masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas selama proses hukum berlangsung. Sementara dalam pelayanan publik, Polda Sultra menghadirkan layanan SIM hingga wilayah terluar dan kepulauan.

“Kami juga tengah menyusun rencana pengembangan Command Center yang terintegrasi dengan jaringan CCTV di berbagai titik strategis bekerja sama dengan pemerintah daerah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pengawasan berbasis teknologi secara real-time. Melalui forum penelitian ini, kita harapkan lahir berbagai gagasan baru yang mampu menjawab tantangan kepemimpinan Polri di masa depan sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan di lingkungan Polda Sulawesi Tenggara,” pungkas Irjen Himawan.

Penelitian tahap II tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat memperkuat kepemimpinan Polri agar semakin adaptif, profesional, dan responsif terhadap perubahan, sekaligus mendukung terwujudnya penegakan hukum yang modern dan berkeadilan.