Kendari, Berikabar.co – Proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan memasuki tahapan Assessment Center. Kegiatan yang berlangsung di Assessment Center Polda Sulawesi Tenggara tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sultra Kombes Pol. Dr. Arief Fitrianto, S.H., S.I.K., M.M., Rabu (24/6/2026).
Assessment Center dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai 24 hingga 25 Juni 2026. Tahapan ini merupakan bagian penting dari proses seleksi terbuka yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan untuk menjaring pejabat pimpinan tinggi pratama yang memiliki kompetensi, integritas, dan kapasitas kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios, S.Sos., MBA, Assessor SDM Kepolisian Madya Tk. III SSDM Polri Sarpani, Asesor SDM Aparatur Ahli Madya SSDM Polri M. Sukardono, pejabat Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, serta tim asesor dari SSDM Polri dan Polda Sultra.
Dalam sambutan Kapolda Sultra yang dibacakan Karo SDM Polda Sultra, ditegaskan bahwa Assessment Center merupakan instrumen yang objektif dan terukur untuk menilai kompetensi manajerial, sosial kultural, serta potensi kepemimpinan para peserta.
“Assessment Center bukan sekadar proses seleksi, tetapi merupakan upaya untuk memastikan bahwa jabatan strategis diisi oleh figur-figur yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan kepemimpinan yang sesuai dengan tuntutan organisasi serta kebutuhan masyarakat,” ujar Karo SDM Polda Sultra.
Ia menambahkan, proses seleksi berbasis kompetensi menjadi langkah penting untuk memastikan aparatur yang terpilih mampu menjawab tantangan birokrasi modern sekaligus memberikan pelayanan publik yang berkualitas.
Sementara itu, Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios menyampaikan apresiasi kepada Polda Sulawesi Tenggara, khususnya Assessment Center SSDM Polri dan SDM Polda Sultra yang telah mendukung pelaksanaan seleksi terbuka JPT Pratama di daerahnya.
Menurutnya, mekanisme seleksi melalui Assessment Center merupakan implementasi nyata sistem merit dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), sehingga jabatan strategis dapat diisi oleh aparatur yang memiliki kapasitas dan kompetensi terbaik.
“Pemerintah Kabupaten Buton Selatan berkomitmen untuk menghadirkan birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Oleh karena itu, proses seleksi ini harus dilaksanakan secara objektif, transparan, dan bebas dari intervensi agar menghasilkan pejabat yang benar-benar berkualitas dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah,” ungkap Bupati.
Bupati juga mengingatkan seluruh peserta untuk mengikuti setiap tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh dan menampilkan kemampuan terbaik yang dimiliki.
“Saya mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Tunjukkan kompetensi, pengalaman, serta kapasitas kepemimpinan yang dimiliki. Jabatan bukan sekadar kedudukan, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
Sebanyak 54 peserta mengikuti Assessment Center yang meliputi berbagai metode pengukuran kompetensi, antara lain In-Tray Exercise, Leaderless Group Discussion (LGD), Behavior Event Interview (BEI), dan Psikometri. Seluruh tahapan dilaksanakan oleh asesor bersertifikat dari SSDM Polri untuk memastikan proses penilaian berlangsung profesional dan objektif.
Melalui pelaksanaan Assessment Center tersebut, diharapkan lahir pejabat pimpinan tinggi pratama yang mampu membawa perubahan positif, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Buton Selatan.
Kegiatan pembukaan berlangsung khidmat dan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, tim asesor, serta tamu undangan sebagai penanda dimulainya rangkaian Assessment Center Seleksi Terbuka JPT Pratama Pemerintah Kabupaten Buton Selatan Tahun 2026.




