Sorowako, Berikabar.co – PT Vale Indonesia Tbk menegaskan komitmennya membangun generasi penggerak keberlanjutan melalui peluncuran Kelas Konservasi yang ditujukan bagi 50 pelajar SMA/sederajat dari wilayah pemberdayaan di Kabupaten Luwu Timur. Program yang diluncurkan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 perusahaan itu diharapkan menjadi investasi sosial yang memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.
Selama empat bulan, mulai Juli hingga Oktober 2026, peserta akan mengikuti rangkaian pembelajaran secara daring dan luring. Kegiatan meliputi orientasi, kelas teori, kunjungan lapangan, penyusunan mini project, pelatihan kepenulisan, hingga seminar akhir sebagai wadah berbagi gagasan dan solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan di wilayah masing-masing.
Proses pembelajaran diperkuat melalui kolaborasi bersama akademisi, praktisi, dan para ahli internal PT Vale. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkaya wawasan peserta mengenai konservasi dan pembangunan berkelanjutan sekaligus menanamkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Desa Tabarano, Rimal Manukallo, menyampaikan apresiasi atas peluncuran Kelas Konservasi. Menurutnya, program tersebut menjadi ruang belajar yang relevan bagi generasi muda untuk memperluas wawasan sekaligus terlibat langsung dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayahnya.
“Program seperti ini sangat penting karena memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk belajar langsung tentang lingkungan dan konservasi. Harapannya, mereka dapat menjadi pelopor yang membawa perubahan positif di masyarakat, khususnya di Luwu Timur,” ujarnya.
Chief Sustainability & Corporate Affairs PT Vale Indonesia, Budiawansyah, menegaskan bahwa tantangan keberlanjutan membutuhkan generasi yang memiliki kepedulian serta keberanian mengambil peran dalam menjaga lingkungan. Karena itu, perusahaan tidak hanya berfokus pada pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, tetapi juga pada pembangunan kapasitas sumber daya manusia.
“Output dari kegiatan ini adalah para siswa dapat menjadi duta lingkungan yang mandiri. Mereka tidak hanya belajar secara normatif di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai pentingnya kepedulian terhadap lingkungan yang ditanamkan sejak awal. Kami berharap mereka mampu menjadi generasi muda yang memberikan contoh, gagasan, dan inspirasi bagi masyarakat maupun teman-teman sebayanya,” ujar Budiawansyah.
Ia menambahkan, perusahaan berharap Kelas Konservasi menjadi sebuah warisan yang mampu menumbuhkan budaya peduli lingkungan sejak usia dini. Menurutnya, masa remaja merupakan fase yang tepat untuk membangun karakter, kreativitas, serta semangat berkontribusi terhadap lingkungan.
“Harapan kami sederhana, program ini menjadi sebuah legacy. Kepedulian terhadap upaya konservasi tidak dimulai ketika seseorang telah dewasa, tetapi dibangun sejak dini hingga menjadi bagian dari karakter. Masa remaja merupakan periode yang penuh kreativitas, semangat, dan keberanian untuk mencoba hal-hal baru. Karena itu, kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk belajar, berkreasi, dan berkontribusi bagi lingkungan mulai sekarang,” katanya.
Melalui Kelas Konservasi, PT Vale menegaskan bahwa investasi pada keberlanjutan diwujudkan melalui perlindungan lingkungan, pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, serta pembangunan manusia yang mampu melanjutkan upaya tersebut. Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), program ini diharapkan melahirkan duta-duta lingkungan yang mampu memperkuat kolaborasi di tingkat komunitas, menginisiasi aksi konservasi, dan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat serta lingkungan di Luwu Timur.





