IHSG Anjlok 29,14 Persen Sejak Awal Tahun, OJK Sebut Pasar Modal Tetap Tangguh

oleh -71 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co – Otoritas Jasa Keuangan mencatat pasar saham domestik mengalami fase konsolidasi sepanjang Mei 2026 di tengah tingginya ketidakpastian global dan penyesuaian portofolio investor.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.127,38 atau terkoreksi 11,92 persen secara bulanan dan 29,14 persen sejak awal tahun. Meski demikian, OJK menilai pasar modal nasional masih menunjukkan tingkat ketahanan yang memadai.

Dari sisi likuiditas, rata-rata nilai transaksi harian justru meningkat menjadi Rp22,86 triliun dibandingkan Rp18,51 triliun pada April 2026. Sementara investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp4,10 triliun di pasar saham.

Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat 0,32 persen secara bulanan menjadi 437,26. Namun yield Surat Berharga Negara meningkat akibat meningkatnya persepsi risiko global.

Industri pengelolaan investasi juga tetap menunjukkan kinerja yang relatif stabil. Nilai Asset Under Management (AUM) mencapai Rp1.049,84 triliun, sedangkan Nilai Aktiva Bersih reksa dana tercatat Rp685,76 triliun.

OJK mencatat jumlah investor pasar modal terus meningkat. Pada Mei 2026 terdapat tambahan 1,26 juta investor baru sehingga total investor mencapai 27,75 juta atau tumbuh 36,27 persen sejak awal tahun.

Sementara itu, penghimpunan dana korporasi melalui pasar modal hingga Mei 2026 telah mencapai Rp68,18 triliun yang berasal dari IPO, rights issue, serta penerbitan obligasi dan sukuk.

Menurut OJK, pasar modal domestik tetap memainkan peran penting sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha meski menghadapi tekanan global yang cukup besar.

BACA JUGA :  Cetak Talenta Digital: STMIK Bina Bangsa Kendari Wisuda 275 Lulusan, Siap Transformasi Jadi Universitas