Kendari, Berikabar.co – Seiring dengan mencuatnya isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), tren penggunaan kendaraan ramah lingkungan di Kota Kendari menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hal ini tercermin dari realisasi penyaluran Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) untuk mobil listrik di CIMB Niaga Cabang Kendari yang mencatatkan kenaikan.
Branch Manager CIMB Niaga Kendari, La Ode M. Zardin, atau yang akrab disapa Dadang, mengungkapkan bahwa penjualan mobil listrik melalui pembiayaan CIMB Niaga telah menembus angka miliaran rupiah pada tahun lalu. “Tahun lalu itu, untuk mobil listrik cukup mengalami peningkatan yang signifikan,” ungkap Dadang.
Menurutnya, minat masyarakat terhadap mobil listrik terus bertambah seiring dengan meningkatnya kesadaran akan efisiensi energi di tengah isu kenaikan harga BBM. Meskipun infrastruktur pengisian daya (charger) di Kendari saat ini masih terbatas pada titik-titik tertentu seperti PLN, hal tersebut tidak menyurutkan niat nasabah untuk beralih ke kendaraan listrik.
Selain fokus pada sektor konsumtif seperti otomotif, CIMB Niaga Kendari juga terus memperkuat penyaluran kredit produktif bagi para pelaku usaha. Dadang menjelaskan bahwa secara volume, kredit produktif yang menyasar sektor UMKM, distributor, hingga swalayan masih mendominasi dibandingkan jenis kredit lainnya.
“Kredit produktif ini tetap yang tertinggi karena secara volume langsung besar. Kita memberikan dukungan modal kerja untuk toko-toko di Kendari, swalayan, hingga distributor dengan nilai pinjaman mulai dari Rp 1 miliar hingga Rp 30 miliar,” jelasnya.
Terkait persaingan dengan lembaga keuangan lain, Dadang menekankan bahwa perbankan memiliki keunggulan pada suku bunga yang jauh lebih murah dan kompetitif dibandingkan perusahaan pembiayaan.
Meski persaingan di industri perbankan cukup ketat, Dadang optimis layanan CIMB Niaga tetap menjadi pilihan utama masyarakat Kendari karena kecepatan proses dan suku bunga yang bersaing dengan bank lainnya.





