Buka Latsar CPNS Golongan III, Gubernur Andi Sumangerukka Tegaskan ASN Harus Jadi Solusi Bagi Masyarakat

oleh -100 Dilihat

Kendari, Berikabar.co — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengirimkan pesan kuat kepada aparatur muda di wilayahnya. Korps Pegawai Republik Indonesia dituntut harus mampu bertransformasi menjadi pelayan masyarakat yang profesional, berintegritas tinggi, berdisiplin penuh, serta senantiasa cekatan dalam menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai dinamika kebutuhan publik.

Penegasan penting tersebut diuraikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, saat membuka secara resmi Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III Lingkup Pemerintah Provinsi Sultra Tahun 2026. Agenda penempaan ini dipusatkan di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sultra, Senin (18/5/2026).

Pada tahun ini, Latsar diselenggarakan dengan metode blended learning, sebuah formula kurikulum yang memadukan secara apik pembelajaran berbasis daring (online) dan metode klasikal (tatap muka). Langkah ini menjadi instrumen wajib dalam menggodok kompetensi dasar para CPNS sebelum mengemban tugas negara secara penuh.

Dalam arahannya, ASR menegaskan bahwa kawah candradimuka ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan atau pelengkap formalitas pemenuhan syarat administratif. Sebaliknya, latsar adalah jembatan krusial untuk menyamakan persepsi, pola pikir, ketahanan disiplin, serta kesiapan mental aparatur.

Mantan jenderal militer ini mengibaratkan fase ini laksana pendidikan dasar keprajuran sebelum seorang tentara diterjunkan ke satuan kerja. Kelulusan seleksi barulah pintu masuk, namun pembentukan karakter dan penyelarasan ritme dengan sistem birokrasi adalah esensi yang sesungguhnya.

“Yang paling inti sebenarnya kita semua adalah pelayan masyarakat. Karena itu, profesionalisme ASN harus terlihat dalam cara melayani, bekerja cepat, disiplin, dan mampu memberikan solusi,” tegas ASR.

Lebih dalam, ia menaruh perhatian besar pada aspek moralitas birokrasi. Karakter andal seorang abdi negara tidak dapat diproduksi secara instan, melainkan harus dipahat lewat proses panjang yang menanamkan nilai loyalitas, kejujuran, kepatuhan terhadap regulasi, serta rasa tanggung jawab yang mutlak terhadap tugas-tugas negara.

BACA JUGA :  Ajak Jurnalis Angkat Isu Gaya Hidup Digital, Telkomsel Gelar Kompetisi Bertema #TerbaikUntukmu

Oleh karena itu, Pemprov Sultra berkomitmen memastikan orientasi diklat ini bermuara pada lahirnya pemikiran yang berorientasi pada pengabdian tulus, bukan sekadar mengejar status kedinasan.

“Pemerintah tidak membutuhkan ASN yang hanya sekadar hadir di kantor, tetapi ASN yang benar-benar mengabdi dengan sepenuh hati, profesional, bertanggung jawab, dan memiliki integritas,” tandasnya.

Ia menambahkan, daerah membutuhkan tatanan birokrasi yang segar dan inovatif—bukan sekadar aparatur yang terjebak dalam zona nyaman rutinitas harian. ASN Sultra masa kini harus menjadi motor penggerak ekonomi dan pembangunan, yang responsif terhadap keluhan rakyat demi memajukan kesejahteraan umum.

Menutup arahannya, Andi Sumangerukka menginstruksikan kepada seluruh tunas muda birokrasi peserta Latsar untuk menginternalisasi dan mengawal penuh visi besar pemerintah daerah, yakni mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius.

Sebagai informasi, gelaran Latsar CPNS Golongan III Tahun 2026 ini diikuti oleh perwakilan CPNS dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.