Optimalkan Lahan 1,5 Hektare, Lanud Haluoleo Sukses Budidayakan 1.000 Pohon Pepaya California

oleh -55 Dilihat

Kendari, Berikabar.co — Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Haluoleo terus menunjukkan langkah konkret dalam mengawal dan memperkuat program ketahanan pangan nasional. Mengandalkan pemanfaatan lahan produktif secara optimal, jajaran Lanud Haluoleo kini sukses membudidayakan komoditas hortikultura berupa Pepaya California di area ketahanan pangan pangkalan sebagai salah satu program unggulan yang dikelola secara berkelanjutan.

Guna memastikan proyek agraris ini berjalan mulus, Komandan Lanud Haluoleo, Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto, S.AP., M.M., M.Sc., didampingi Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 12/D.II Lanud Haluoleo serta jajaran pejabat teras pangkalan, turun langsung meninjau perkembangan tanaman tersebut pada Selasa (19/5/2026).

Peninjauan lapangan ini difokuskan untuk memonitor kondisi vegetatif tanaman secara berkala. Langkah ini sekaligus menjadi instrumen untuk memastikan bahwa tata kelola lahan tidur milik kedinasan telah bertransformasi secara optimal menjadi basis kontribusi nyata Lanud Haluoleo dalam menopang ketahanan pangan daerah.

Saat ini, tercatat sedikitnya 1.000 batang pohon Pepaya California tumbuh subur di atas hamparan lahan yang memiliki luas kurang lebih 1,5 hektare. Komandannya menggarisbawahi bahwa perputaran roda pertanian di lingkungan militer ini membawa dampak domino yang positif bagi internal satuan.

“Pemanfaatan lahan secara maksimal memiliki manfaat besar, tidak hanya dalam mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi bagi kesejahteraan anggota dan keluarga,” ujar Danlanud Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto di sela-sela peninjauan.

Melalui konsistensi pelaksanaan program perkebunan ini, Lanud Haluoleo tidak hanya sekadar mendukung program makro pemerintah. Agenda ini sekaligus menjadi bukti autentik dari komitmen korps prajurit dirgantara dalam membangun kemandirian pangan dari hulu, sekaligus memantik gairah para prajurit agar tumbuh lebih produktif, kreatif, dan mandiri melalui sektor pertanian yang bernilai ekonomis tinggi.

BACA JUGA :  PLN dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Perkuat Sinergi Pengamanan Aset Milik Negara