Makassar, Berikabar.co – Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen memberikan nilai tambah bagi masyarakat tidak hanya melalui penyediaan energi, tetapi juga melalui edukasi mengenai penggunaan energi yang efisien. Melalui kampanye terbarunya, Pertamina membagikan lima langkah strategis bagi masyarakat untuk menghemat penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di rumah tangga.
Langkah-langkah sederhana namun berdampak besar ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengelola pengeluaran rumah tangga sekaligus mendukung gerakan hemat energi secara nasional.
Berikut adalah lima tips hemat LPG yang direkomendasikan oleh Pertamina Patra Niaga:
1. Bersihkan Kompor Secara Rutin – Pertamina mengingatkan bahwa kerak yang menempel pada bagian burner dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna. Kondisi ini sering kali menjadi penyebab utama pemborosan gas karena panas yang dihasilkan tidak optimal.
2. Atur Ukuran Api Sesuai Kebutuhan – Banyak pengguna beranggapan api besar akan mempercepat proses memasak, namun Pertamina menekankan bahwa api yang terlalu besar justru membuat banyak gas terbuang sia-sia ke udara sekitar panci.
3. Gunakan Tutup Panci Saat Memasak – Menutup panci saat memasak merupakan cara paling praktis untuk mempercepat proses pematangan makanan. Dengan suhu panas yang terperangkap di dalam panci, waktu penggunaan LPG dapat dipangkas secara signifikan.
4. Pastikan Regulator Ber-SNI – Aspek keamanan juga menjadi kunci efisiensi. Penggunaan regulator berkualitas tinggi yang berstandar SNI berfungsi mencegah kebocoran halus pada sambungan tabung, sehingga gas tidak terbuang tanpa disadari.
5. Gunakan Alat Masak berbahan Stainless Steel – Pemilihan material alat masak sangat menentukan kecepatan hantaran panas. Material stainless steel dikenal sebagai konduktor panas yang baik, sehingga panas dari api kompor dapat merata dengan lebih cepat ke seluruh masakan.
Melalui edukasi ini, Pertamina Patra Niaga berharap masyarakat semakin bijak dalam menggunakan energi harian. Kesadaran untuk menerapkan kebiasaan memasak yang tepat tidak hanya berdampak positif bagi ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan energi bagi generasi mendatang.





