Makassar, Berikabar.co – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan UMK Academy 2026. Program ini dirancang khusus sebagai ruang pembelajaran bagi mitra binaan agar lebih adaptif terhadap perubahan pasar dan tren bisnis berkelanjutan.
Berlangsung selama dua hari pada 15–16 April 2026, kegiatan ini berpusat di Toraja Room, Ibis City Center Makassar. Sebanyak 50 pelaku UMKM hadir secara langsung, sementara mitra binaan dari wilayah Manado dan Gorontalo turut berpartisipasi secara daring guna memastikan jangkauan pembinaan yang inklusif.
Fokus pada Bisnis Hijau dan Digitalisasi Materi pelatihan tahun ini menyoroti dua isu krusial: peluang green business (bisnis ramah lingkungan) dan strategi optimalisasi media sosial. Langkah ini diambil untuk memastikan pelaku usaha lokal mampu menjawab tantangan perubahan perilaku konsumen global.
Founder Artani Eco, Ria Lestari B, selaku narasumber mengapresiasi keterbukaan pola pikir para peserta terhadap konsep keberlanjutan.
“Diskusi dengan UMKM binaan Pertamina menunjukkan bahwa pelaku usaha semakin terbuka terhadap konsep green business. Keberlanjutan mulai dipandang sebagai bagian dari strategi, sekaligus peluang untuk menjawab kebutuhan pasar. Antusiasme peserta juga terlihat dari keterlibatan aktif selama sesi berlangsung,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Fitri, salah satu peserta, mengaku mendapatkan wawasan baru yang dapat langsung diterapkan pada operasional usahanya.
“Materi yang disampaikan cukup aplikatif, terutama terkait pengelolaan limbah usaha. Ini memberikan perspektif bahwa kegiatan bisnis juga perlu memperhatikan dampak lingkungan. Harapannya, pelatihan seperti ini terus berlanjut agar UMKM bisa berkembang lebih terarah,” ungkap Fitri.
Komitmen Pembinaan Berkelanjutan Senior Supervisor CSR & SMEPP Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Galarizky Wirgaharu Putra, menegaskan bahwa UMK Academy merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang perusahaan.
“Program ini dirancang untuk memberikan penyegaran sekaligus tambahan wawasan bagi mitra binaan. Dengan menghadirkan narasumber yang kompeten, kami ingin memastikan UMKM memiliki bekal yang cukup untuk berkembang dan beradaptasi dengan dinamika pasar,” jelas Galarizky.
Menutup kegiatan tersebut, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menekankan bahwa penguatan sektor UMKM membutuhkan konsistensi.
“Pengembangan UMKM membutuhkan kombinasi antara peningkatan kapasitas, pemahaman tren, dan kemampuan beradaptasi. Melalui UMK Academy, Pertamina mendorong pelaku usaha untuk memperkuat fondasi bisnisnya sekaligus membuka peluang baru di pasar yang terus berkembang,” pungkas Lilik.
Ke depannya, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program serupa demi menciptakan ekosistem UMKM yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.





