Kendari, Berikabar.co — Partisipasi PT Vale Indonesia dalam pameran “Harmoni Sultra” dalam rangka HUT Sultra ke-62 memberikan warna tersendiri. Selain menampilkan maket konstruksi industri, perusahaan nikel ini juga memboyong produk-produk unggulan hasil binaan masyarakat lokal di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Melalui program Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), PT Vale Indonesia IGP Pomalaa menunjukkan bahwa kehadiran industri pertambangan memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi sektor riil, khususnya di bidang pertanian dan UMKM.
Manager External Relation PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, Adam Chalid, mengungkapkan bahwa sektor sosial menjadi pilar penting yang ingin diperkenalkan kepada pengunjung pameran di eks MTQ Kendari tersebut. Dalam kesempatan tersebut, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa menampilkan beras organik yang dihasilkan oleh petani di sekitar wilayah binaan PT Vale.
“Terkait sosial, kami juga menampilkan pelaksanaan program PPM, kami yang sudah berjalan selama ini yang memfokuskan menitikberatkan pada pengembangan sektor pertanian. Pengembangan pada sektor pendapatan riil seperti pengembangan UMKM termasuk produk-produk UMKM yang sudah menjadi binaan PT Vale Indonesia, kami juga ikut tampilkan di dalam stan pameran kali ini,” ungkap Adam Chalid.
Kehadiran produk UMKM ini menjadi bukti sinergi antara perusahaan dan masyarakat Sulawesi Tenggara dalam menciptakan kemandirian ekonomi. Pameran ini dijadwalkan berlangsung hingga seluruh rangkaian HUT Sultra selesai pada 27 April 2026 mendatang sehingga dapat memberikan kesempatan luas bagi warga untuk melihat langsung bagaimana teknologi pertambangan modern dan pemberdayaan masyarakat dapat tumbuh bersama secara harmonis.





