Pamerkan Tenun Lokal, Finalis Modest Fashion Design BI Sultra Tampilkan Karya Terbaik

oleh -57 Dilihat

Kendari, Berikabar.co  – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara sukses menggelar ajang bergengsi Modest Fashion Design Competition 2026. Kompetisi ini menjadi salah satu daya tarik utama dalam upaya mendorong sektor ekonomi kreatif, khususnya industri mode berbasis kearifan lokal di Bumi Anoa yang juga ditampilkan di Sultra Maimo Sharia Fest 2026, Sabtu (25/4/2026).

Setelah melalui proses kurasi yang ketat, terpilih 10 finalis yang akan menunjukkan kemampuannya pada malam final. Para finalis ini terbagi ke dalam dua kelompok kategori untuk memastikan pembinaan yang merata di berbagai level keahlian.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Edwin Permadi, menjelaskan bahwa kompetisi ini merupakan panggung bagi talenta lokal untuk mengeksplorasi kreativitas mereka.

“Ini dari lomba desainer kita buka lomba desainer. Nah yang masuk ke babak final itu ada lima masing-masing pelajar atau mahasiswa dan lima dari kategori profesional yang masuk final, malam ini kita akan tampilkan hasil rancangannya,” jelas Edwin Permadi.

Pada babak final, setiap peserta ditantang untuk menciptakan karya yang memadukan unsur modern dengan sentuhan tradisional tenun Sulawesi Tenggara. Para desainer diberikan kebebasan untuk menentukan konsep busana, baik untuk gaya perkantoran maupun gaya pesta, guna menunjukkan fleksibilitas kain tenun daerah.

Setiap finalis diwajibkan mempresentasikan sepasang busana yang terdiri dari koleksi pria dan wanita.

“Tiap finalis itu akan menampilkan dua outfit yakni perempuan dan outfit laki-laki, entah itu mereka mau tampilkan office look ataupun party look jadi salah satu saja. Pokoknya mereka pilih,” tambah Edwin.

Lebih lanjut, Edwin menegaskan bahwa esensi utama dari penyelenggaraan kompetisi ini adalah strategi promosi budaya dan memanfaatkan peningkatan tren gaya hidup halal. Melalui busana siap pakai (ready-to-wear) yang ditampilkan oleh para pelajar dan profesional ini, diharapkan tenun khas Sulawesi Tenggara dapat semakin dikenal dan diterima oleh pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

BACA JUGA :  Selesai Tes Psikologi, Radhan-Rasyid Siap Melaju ke Tahap Selanjutnya

“Salah satu tujuannya yakni untuk memperkenalkan tenun yang ada di Sultra sehingga bisa dikenal lebih luas lagi,” pungkasnya.

Malam final ini diharapkan melahirkan desainer-desainer baru yang mampu menjadi motor penggerak industri fashion syariah dan ekonomi kreatif di Sulawesi Tenggara.