Kendari, Berikabar.co – Pemerintah Kota Kendari melakukan terobosan dalam pengendalian inflasi dengan mengintegrasikan teknologi pada sektor pangan. Melalui kios pangan digital, pemerintah berupaya memudahkan akses masyarakat terhadap bahan pokok sekaligus menjamin transparansi harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menjelaskan bahwa kehadiran kios pangan berbasis digital ini merupakan salah satu dari tiga momentum strategis yang diluncurkan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Ada juga program kita yang stok kios pangan digital, jadi kita berharap ini untuk lebih memudahkan masyarakat kita bagaimana kita bisa barengin dengan teknologi seperti itu,” ujar Siska Karina Imran dalam wawancaranya usai Rapat Koordinasi (Rakor) di Kantor BI Sultra, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, langkah ini diambil untuk menjaga dua aspek krusial yakni stabilisasi harga dan ketersediaan stok. Dengan adanya digitalisasi, pengawasan terhadap rantai distribusi antara produsen dan distributor diharapkan menjadi lebih efektif guna mencegah kenaikan harga yang tidak wajar.
“Bicara inflasi bicara dengan isi perut, makanan, dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Maka dari itu kami pemerintah kota terus setiap hari mengecek dengan tim TPID, berkolaborasi lintas sektor termasuk perbankan dan stakeholder lainnya,” tambah Siska.
Dukungan penuh datang dari Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara. Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, menyebut keberadaan Kios Pangan Digital sangat relevan mengingat tingginya inflasi pangan pada triwulan pertama tahun 2026. BI berperan dalam mengedukasi sistem pembayaran non-tunai di kios-kios tersebut.
“Wali Kota mengatakan kita ada kios pangan, bahkan buat digital juga bisa bayarnya pakai QRIS dan sebagainya. Itu memudahkan supaya orang-orang bisa membeli dengan harga yang wajar sesuai HET,” jelas Edwin Permadi.
Edwin juga menekankan pentingnya komunikasi efektif agar masyarakat tidak terjebak dalam perilaku belanja yang berlebihan. Selain kios pangan, BI Sultra juga mengapresiasi Gerakan Pasar Murah (GPM) di Kendari yang frekuensi pelaksanaannya termasuk salah satu yang tertinggi.





