Kepercayaan Konsumen Melemah pada Maret 2026, Dipicu Harga Pangan dan Lapangan Kerja

oleh -86 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co  — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada Maret 2026 turun menjadi 91,8 atau melemah 7,0 poin dibandingkan Februari 2026 yang berada di level 98,8.

Berdasarkan hasil Survei Konsumen dan Perekonomian (SKP) LPS, level tersebut menjadi posisi terendah sejak Oktober 2025 dan menunjukkan penurunan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Penurunan IKK terutama dipicu melemahnya penilaian konsumen terhadap kondisi ekonomi lokal dan lapangan kerja. Selain itu, kenaikan harga bahan pokok serta meningkatnya biaya transportasi turut memengaruhi persepsi masyarakat.

LPS mencatat Indeks Situasi Saat Ini (ISSI) turun 7,0 poin menjadi 72,2, sedangkan Indeks Ekspektasi (IE) melemah menjadi 106,5. Meski mengalami penurunan, level IE yang masih berada di atas angka 100 menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi masa depan tetap terjaga.

Selain faktor harga bahan pokok dan lapangan kerja, penurunan kepercayaan konsumen juga dipengaruhi harga jual hasil panen yang turun, gagal panen, mahalnya harga pupuk, hingga bencana banjir di sejumlah daerah.

Peningkatan permintaan selama Ramadan dan Lebaran turut mendorong kenaikan harga pangan, sementara penyesuaian harga BBM nonsubsidi dan tarif angkutan antarkota memicu inflasi pada sektor transportasi.

Jika dilihat berdasarkan kelompok pendapatan, penurunan IKK terbesar terjadi pada rumah tangga berpendapatan Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per bulan yang turun 7,4 poin. Selanjutnya kelompok berpendapatan Rp3 juta hingga Rp7 juta per bulan turun 7,3 poin, sedangkan kelompok pendapatan di atas Rp7 juta turun 4,1 poin.

Di sisi lain, kelompok rumah tangga berpendapatan hingga Rp1,5 juta per bulan relatif stabil dengan kenaikan tipis 0,1 poin.

LPS mencatat kelompok rumah tangga berpendapatan di atas Rp7 juta per bulan masih mempertahankan IKK di atas level 100 yang menandakan optimisme terhadap kondisi ekonomi masih cukup kuat pada kelompok tersebut.

BACA JUGA :  Begini Tanggapan Jubir ASR-Hugua Terkait Kemenangannya