Jaga Kepercayaan Ekonomi Digital, OJK Dorong Industri IAKD Investasi Strategis di Sektor Keamanan Siber

oleh -91 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan penguatan kapasitas ketahanan siber pada industri keuangan digital nasional. Langkah ini diambil guna menjamin keberlangsungan industri sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat di tengah ekosistem digital yang semakin terhubung dan kompleks.

Dalam pembukaan Workshop Keamanan Siber di Jakarta, Senin (27/4/2026), Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menekankan bahwa keamanan siber telah menjadi pilar utama stabilitas ekonomi.

“Keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan prasyarat utama bagi keberlanjutan industri keuangan digital. Dalam ekosistem yang semakin terhubung, satu insiden siber tidak hanya berdampak pada satu institusi, tetapi dapat memengaruhi reputasi, kepercayaan, dan stabilitas ekosistem secara keseluruhan,” tegas Adi Budiarso.

Adi menekankan perlunya pergeseran paradigma dari sekadar keamanan berbasis kepatuhan (compliance-based) menjadi keamanan berbasis ketahanan (resilience-based). Hal ini berarti pengamanan siber harus terintegrasi dalam manajemen risiko dan strategi bisnis perusahaan.

“Kepercayaan adalah mata uang utama dalam ekonomi digital. Kecepatan inovasi harus berjalan seiring dengan kekuatan pengamanan. Tanpa keamanan siber yang memadai, inovasi justru dapat berubah menjadi sumber kerentanan baru bagi masyarakat dan industri,” tambah Adi.

Bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), OJK memfokuskan penguatan pada aspek Sumber Daya Manusia (SDM). Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, memperkenalkan konsep human firewall sebagai garda terdepan pertahanan. Ia menjelaskan bahwa human firewall menempatkan karyawan sebagai garis pertahanan pertama melalui pelatihan dan kesadaran untuk mendeteksi ancaman seperti phishing dan malware.

Sementara itu, Deputi Komisioner SDM OJK, Irnal Fiscallutfi, melaporkan bahwa workshop yang diikuti oleh mayoritas jajaran direksi Penyelenggara IAKD ini bertujuan menyelaraskan pemahaman terhadap profil risiko siber.

BACA JUGA :  Transformasi Lahan Tidur: Program P2L Pertamina Sukses Jadikan Pekarangan Rumah di Maros Kebun Produktif

Melalui kolaborasi lintas lembaga dan penguatan kompetensi SDM, OJK berkomitmen memastikan pengelolaan risiko siber dilakukan secara terpadu. Pendekatan ini diharapkan dapat melindungi konsumen serta menjaga kesinambungan layanan keuangan digital nasional agar tetap memiliki daya saing tinggi.