Kendari, Berikabar.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai bergerak cepat melakukan identifikasi terhadap 18 ekor sapi kurban bantuan Presiden yang akan disalurkan pada perayaan Iduladha tahun 2026. Proses pendataan ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban memenuhi kriteria ketat yang telah ditetapkan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Muhammad Taufik, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah menjajaki sejumlah peternakan di wilayah Sultra untuk mencari kandidat sapi terbaik.
“Untuk sapi kurban Presiden, kami sementara menjajaki. Beberapa ekor sudah terdata untuk bantuan tersebut,” ujar Muhammad Taufik saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/4/2026).
Taufik menjelaskan bahwa ke-18 ekor sapi tersebut akan didistribusikan secara merata, dengan rincian satu ekor untuk tingkat provinsi dan masing-masing satu ekor untuk 17 kabupaten/kota di Sultra.
Ada yang berbeda pada pola pengadaan tahun ini. Jika sebelumnya sapi kurban banyak didominasi dari wilayah Konawe Selatan (Konsel), kali ini Pemprov Sultra mendorong agar hewan kurban tersebut berasal dari daerah penerima masing-masing guna memberdayakan peternak lokal di tiap wilayah.
“Harapannya, tahun ini sapi kurban Presiden bisa diambil dari daerahnya masing-masing,” jelasnya.
Meskipun mengutamakan pengadaan lokal, Distanak Sultra tetap memberlakukan spesifikasi yang ketat. Jika di suatu daerah tidak ditemukan sapi yang memenuhi kriteria, maka pengadaan akan dialihkan ke kabupaten tetangga yang memiliki stok sesuai syarat.
Salah satu parameter utama yang harus dipenuhi adalah bobot sapi yang minimal mencapai 800 kilogram (Kg), di samping jaminan kesehatan dan kelayakan fisik hewan sesuai syariat.
Langkah identifikasi selektif ini dilakukan Pemprov Sultra sebagai bentuk komitmen dalam menjamin kualitas bantuan Presiden, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat di seluruh pelosok Sulawesi Tenggara pada hari raya mendatang.





