Respons Geopolitik Global, Pemprov Sultra Pertimbangkan Kebijakan WFH guna Hemat Konsumsi BBM

oleh -143 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Suasana penuh kehangatan mewarnai Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara pada Senin (30/03/2026) pagi. Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) berkumpul dalam apel gabungan perdana pasca-libur Idulfitri 1447 H. Momentum ini menjadi titik balik bagi Pemerintah Provinsi Sultra untuk memperkuat komitmen kerja di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global yang kian menantang.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, dalam arahannya menekankan pentingnya efisiensi dan ketepatan sasaran dalam setiap program kerja. Ia meminta seluruh jajaran perangkat daerah untuk lebih selektif dan kritis dalam merancang kegiatan agar memberikan dampak instan bagi publik.

“Program yang dirancang harus benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka di hadapan para pegawai.

Ketegangan geopolitik dunia yang berimbas pada rantai pasok energi dan lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) turut menjadi sorotan utama. Sebagai langkah adaptif, Pemerintah Provinsi Sultra kini tengah mengkaji penerapan kebijakan Work From Home (WFH). Langkah ini dipandang sebagai strategi taktis untuk menekan konsumsi energi di lingkup birokrasi, sembari menunggu dasar hukum berupa surat edaran resmi.

“Pemerintah mengharapkan penerapan WFH dapat berkontribusi dalam mengurangi penggunaan BBM,” tambahnya.

Meski efisiensi menjadi napas utama pemerintahan saat ini, Andi Sumangerukka menegaskan bahwa pos anggaran strategis tidak akan dikurangi. Fokus utama APBD tetap dialokasikan pada sektor-sektor fundamental seperti pemutusan mata rantai kemiskinan, pembangunan infrastruktur jalan untuk konektivitas ekonomi, serta penguatan sektor pendidikan dan kesehatan.

Terkait perhelatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2026, Gubernur menginstruksikan agar perayaan dilakukan secara bersahaja namun tetap bermakna, dengan tetap mengedepankan asas manfaat bagi masyarakat luas.

BACA JUGA :  Kontribusi Signifikan Terhadap PAD, PT Vale Raih Penghargaan Wajib Pajak Patuh dari Pemprov Sulteng

“Saya pastikan anggaran yang ada digunakan untuk kesejahteraan masyarakat,” tegas purnawirawan jenderal bintang dua tersebut.

Apel gabungan ini menjadi sinyal kuat bahwa birokrasi Sulawesi Tenggara dituntut untuk tetap lincah (agile) dan responsif. Di tengah keterbatasan anggaran dan tekanan global, ketepatan arah kebijakan menjadi kunci agar roda pemerintahan tetap berputar demi kemajuan masyarakat Bumi Anoa.