Jakarta, Berikabar.co — Kepolisian Negara Republik Indonesia secara resmi mengakhiri pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 pada Rabu (25/3/2026) pukul 24.00 WIB. Penutupan ini menandai keberhasilan Polri dalam mengawal mobilitas jutaan masyarakat pada momentum Lebaran tahun ini, yang mencatatkan rekor pergerakan tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Brigjen Pol. Tjahyono Saputro, mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, rangkaian mudik dan balik berjalan dengan indikator keberhasilan yang positif, ditandai dengan penurunan angka fatalitas kecelakaan yang signifikan.
“Secara umum arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan terkendali meskipun terjadi peningkatan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Brigjen Pol. Tjahyono dalam keterangan resminya, Kamis (26/3/2026).
Data hingga 25 Maret mencatat sebanyak 2.521.125 kendaraan telah keluar dari Jakarta, mencapai 72% dari proyeksi awal. Sementara untuk arus balik, tercatat 1.958.838 unit kendaraan telah kembali ke ibu kota. Menariknya, puncak arus mudik pada 18-19 Maret 2026 mencapai 270.315 kendaraan, yang merupakan angka tertinggi dalam sejarah mudik di Indonesia.
Meskipun Operasi Ketupat resmi berakhir, Polri menyadari masih adanya potensi kepadatan pada gelombang kedua arus balik.
“Artinya, masih terdapat sekitar 42,29 persen arus balik yang diprediksi akan terjadi pada gelombang kedua tanggal 28 hingga 29 Maret 2026. Untuk itu, Polri akan terus siaga melalui KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan),” lanjut Tjahyono.
Keberhasilan tahun ini juga didukung oleh pemanfaatan teknologi mutakhir seperti Command Center Korlantas, ETLE Patrol, hingga penggunaan body camera oleh personel di lapangan. Penggunaan jalur tol fungsional seperti Japek II Selatan dan Bocimi juga terbukti efektif mengurai kemacetan di titik-titik kritis.
Dari aspek keselamatan, Polri mencatat penurunan angka kecelakaan sebesar 5,75% dan penurunan angka kematian hingga 30,8%.
“Hal ini menunjukkan meningkatnya kepatuhan masyarakat serta efektivitas pengamanan dan pelayanan di lapangan,” tegasnya.
Brigjen Pol. Tjahyono juga menggarisbawahi bahwa Operasi Ketupat bukan sekadar pengaturan lalu lintas, melainkan operasi kemanusiaan yang mencakup pengamanan ribuan tempat ibadah, pusat perbelanjaan, hingga objek wisata.
“Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang mencakup pengamanan tempat ibadah, destinasi wisata, jalan tol, jalan arteri, serta pelabuhan penyeberangan dan simpul transportasi lainnya,” jelas Tjahyono.
Sebagai penutup, Polri menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder dan masyarakat atas sinergi yang terjalin. Masyarakat diimbau untuk mengatur waktu perjalanan balik dengan memanfaatkan diskon tarif tol pada 26-27 Maret serta tetap waspada selama di perjalanan. Polri memastikan akan tetap hadir melalui KRYD hingga seluruh rangkaian arus balik Lebaran 2026 tuntas sepenuhnya.





