Baubau, Berikabar.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Baubau dan Industri Jasa Keuangan (IJK) melalui kegiatan edukasi bertajuk “Waspada Investasi Ilegal”. Acara yang digelar di Aula Kantor Wali Kota Baubau, Selasa (24/2/2026) lalu, menyasar para Aparatur Sipil Negara (ASN), camat, hingga Ketua RT/RW sebagai garda terdepan perlindungan masyarakat.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, dalam pembukaan kegiatan memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Pemkot Baubau dalam mendorong literasi keuangan di wilayahnya. Ia menekankan bahwa pemahaman finansial yang kuat merupakan fondasi penting bagi stabilitas ekonomi masyarakat.
“Kota Baubau memiliki peran strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan. Oleh karena itu, sinergi antara OJK dan Pemerintah Kota menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas dan tangguh secara finansial,” ujar Bismi.
Lebih lanjut, Bismi memberikan perumpamaan filosofis mengenai perbedaan investasi legal dan ilegal. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak pada janji-janji manis keuntungan cepat yang sering kali berujung kerugian.
“Investasi ilegal seringkali menyerupai kembang api yang tampak indah dan memukau sesaat, namun segera menghilang serta hanya meninggalkan kegelapan dan asap kekecewaan. Sebaliknya, investasi yang legal diibaratkan seperti menanam pohon yang membutuhkan proses, pembentukan akar yang kuat, dan pertumbuhan bertahap untuk akhirnya memberikan manfaat jangka panjang bagi pemiliknya,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, menyambut positif kehadiran OJK dalam merespons keresahan warga, terutama terkait maraknya kasus investasi ilegal seperti AMG Pantheon. Ia mengingatkan agar warga tidak mudah tergiur imbal hasil tinggi tanpa kejelasan izin dan model usaha.
Yusran juga menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjadikan edukasi ini sebagai momentum penguatan literasi keuangan di lingkungan kerja masing-masing. Ia berharap para aparatur negara dapat menjadi contoh (role model) dalam pengelolaan keuangan yang bijak sekaligus aktif menjadi duta literasi bagi masyarakat luas.
Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 200 peserta ini diharapkan mampu memutus rantai penyebaran investasi ilegal di wilayah kepulauan Sulawesi Tenggara melalui pemahaman prinsip legalitas dan logis sebelum memutuskan untuk berinvestasi.





