Kendari, Berikabar.co – Tim Buser 77 Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kendari berhasil menggulung komplotan pencuri spesialis rumah kosong yang beraksi di kawasan BTN Griya Rafasya Anawai, Kecamatan Wua-Wua. Tiga pelaku berinisial I.R. (18), S.U. (32), dan M.U. (28) diringkus petugas pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 01.30 WITA.
Aksi kriminal ini terungkap setelah adanya laporan polisi terkait pembobolan rumah yang ditinggal penghuninya. Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, S.I.K., menjelaskan bahwa para pelaku memanfaatkan momentum libur hari raya untuk melancarkan aksinya.
“Korban meninggalkan rumahnya untuk pulang kampung dalam rangka Lebaran. Pelaku kemudian memanfaatkan situasi tersebut dengan masuk ke dalam rumah dan mengambil sejumlah barang berharga,” ujar AKP Welliwanto Malau dalam keterangan resminya.
Modus operandi yang digunakan para pelaku tergolong nekat. Mereka masuk dengan cara mencungkil jendela dan menggasak barang elektronik mulai dari laptop, tablet, proyektor, hingga peralatan dapur seperti rice cooker. Tidak berhenti di satu titik, pelaku juga menyasar rumah tetangga korban dengan cara memanjat plafon untuk mengambil tabung gas hingga uang koin.
Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan warga yang curiga terhadap aktivitas mencurigakan sekelompok pria di salah satu rumah di lokasi kejadian.
“Tim Buser 77 bersama personel Samapta langsung menuju lokasi dan berhasil mengamankan para pelaku beserta sejumlah barang bukti,” jelas AKP Welliwanto.
Berdasarkan hasil interogasi, pelaku I.R. mengaku bahwa sebagian barang curian telah dipasarkan melalui media sosial. Mirisnya, uang hasil kejahatan tersebut tidak digunakan untuk kebutuhan pokok, melainkan untuk aktivitas terlarang. Pelaku mengakui uang hasil penjualan tablet senilai Rp450 ribu digunakan untuk membeli minuman keras dan narkotika jenis sabu.
Saat ini, ketiga tersangka beserta barang bukti berupa blender, rice cooker, hingga case tablet telah diamankan di Mapolresta Kendari. Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan pelaku lain maupun barang bukti yang telah berpindah tangan.
“Kami masih melakukan pengembangan terhadap kemungkinan adanya pelaku lain serta menelusuri barang bukti yang belum ditemukan,” pungkasnya.
Menanggapi kejadian ini, Polresta Kendari mengimbau warga kota agar lebih waspada dan memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan dalam waktu lama, serta memberdayakan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) guna mencegah aksi kejahatan serupa.





