Kolaka, Berikabar.co – Inovasi teknologi pertanian yang diterapkan PT Vale Indonesia Tbk di Kabupaten Kolaka menunjukkan hasil signifikan. Dalam kegiatan Panen Bersama di Desa Puubunga (8/3/2026), penggunaan sistem Salibu dan Perennial Rice terbukti mampu menekan biaya produksi hingga 50 persen karena memungkinkan petani panen berulang kali tanpa menanam ulang.
Program demplot seluas 36 are ini menguji varietas unggul seperti Trisakti dan Menthik Wangi dengan metode organik dan konvensional. Head Eksternal Relation Growth PT Vale, Endra Kusuma, menjelaskan bahwa strategi ini bertujuan mentransfer pengetahuan teknologi kepada petani lokal.
“Kami melihat pertanian berkelanjutan sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, PT Vale tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas, tetapi juga mentransfer pengetahuan, teknologi, dan praktik pertanian yang lebih efisien serta ramah lingkungan kepada para petani,” jelas Endra.
Hasil panen mencatatkan angka yang menggembirakan. Pada lahan organik seluas 10 are, varietas Trisakti mampu mencapai produktivitas 6,9 ton. Sementara di lahan konvensional, total panen mencapai 15 ton dari berbagai varietas yang diuji. Efisiensi ini dirasakan langsung oleh Salmi, pengurus Asosiasi Petani Organik (ASPOK) Kolaka.
“Dengan sistem organik ini biaya produksi bisa lebih efisien karena pupuk dapat dibuat dari bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain itu harga jual juga lebih baik, sehingga keuntungan yang kami peroleh meningkat. Dari sisi produksi, hasil yang kami dapatkan juga lebih tinggi dibandingkan metode konvensional sebelumnya,” kata Salmi.
Dengan teknologi yang tepat, PT Vale optimis model pertanian berkelanjutan ini dapat direplikasi di wilayah lain, sekaligus menjadi standar baru bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat di lingkar tambang.





