Kendari, Berikabar.co – Pelataran Eks MTQ Sulawesi Tenggara menjadi saksi sejarah transformasi digital perbankan daerah dengan digelarnya Grand Opening Ramadan Sultra Fest 2026, Rabu (4/3/2026). Perhelatan akbar yang diinisiasi Bank Sultra ini dirangkaikan dengan peluncuran inovasi layanan keagenan “ANOAlink” serta Gerakan Pangan Murah (GPM) hasil kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Sultra dan Bank Indonesia.
Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Walikota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, Kepala Perwakilan BI Sultra Edwin Permadi, Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha, serta Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar.
Dalam momen strategis ini, Bank Sultra resmi memperkenalkan ANOAlink, layanan perbankan tanpa kantor (Laku Pandai) yang memungkinkan masyarakat melakukan setor tunai, tarik tunai, hingga pembayaran tanpa harus ke kantor cabang. Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menegaskan bahwa ANOAlink adalah jawaban atas tantangan geografis di Sulawesi Tenggara.
“Launching ANOAlink menjadi tonggak penting ekspansi layanan Bank Sultra hingga ke pelosok daerah. Bank Sultra berkomitmen terus menghadirkan inovasi yang memberikan kemaslahatan luas bagi masyarakat Sulawesi Tenggara,” ujar Andri.
Dukungan terhadap inovasi ini juga datang dari otoritas pengawas. Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menekankan pentingnya aspek keamanan dalam pemanfaatan layanan baru ini demi pertumbuhan ekonomi lokal.
“Tentunya kita akan selalu senantiasa menjaga dan memastikan produk-produk ini dapat bermanfaat buat masyarakat dan memiliki risiko yang relatif kecil buat masyarakat. Jadi kami harapkan seluruh masyarakat itu bisa menggunakan ANOAlink ini secara optimal sehingga pertumbuhan ekonomi dan masyarakat Sulawesi Tenggara itu akan lebih berkembang dan lebih baik ke depannya,” ucap Bismi.
Ramadan Sultra Fest 2026 sendiri telah menjadi motor penggerak ekonomi digital. Sejak soft launching pada 21 Februari lalu, tercatat sekitar 1.400 transaksi non-tunai melalui QRIS dengan total nominal mencapai Rp45 juta dari 30 UMKM yang berpartisipasi. Kepala BI Sultra, Edwin Permadi, mengapresiasi langkah ini sebagai penguatan ekonomi syariah dan digitalisasi.
“Selain fokus pada digitalisasi, kami berkomitmen penuh dalam memajukan ekonomi syariah melalui penguatan aspek legalitas usaha. Kami telah melakukan sosialisasi intensif terkait sertifikasi halal agar rekan-rekan UMKM dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk mereka di pasar,” tambah Edwin.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, yang juga menyerahkan beasiswa berprestasi senilai Rp100 juta dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas peran aktif Bank Sultra dalam menjaga daya beli masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah.
”Saya selaku pimpinan daerah Sulawesi Tenggara menyambut baik dan mengapresiasi komitmen dan inisiatif Bank Sultra menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah sebagai rangkaian dari kegiatan ini. Apa yang dilakukan hari ini mencerminkan peran strategis Bank Sultra bukan hanya sebagai lembaga keuangan daerah, tetapi mitra pembangunan yang aktif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” pungkas Gubernur Sultra.
Kegiatan yang akan berlangsung hingga 15 Maret 2026 ini tidak hanya menawarkan transaksi perbankan dan belanja murah, tetapi juga diisi dengan santunan kepada 50 Hafiz Al-Qur’an dan berbagai lomba religi, mempertegas posisi Bank Sultra sebagai lembaga yang tumbuh bersama masyarakat Sultra.





