Respons Cepat Banjir Kendari, Lazis Muadz Layani Kebutuhan Pangan Ribuan Jiwa Melalui Dapur Umum

oleh -84 Dilihat

Kendari, Berikabar.co — Lembaga Zakat, Infak, dan Sedekah (Lazis) Muadz bergerak cepat dalam membantu warga terdampak bencana banjir di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Terhitung sejak Ahad (10/5/2026) hingga Rabu malam (13/5/2026), sebanyak 1.500 paket makanan siap santap telah disalurkan melalui dapur umum yang dikelola secara swadaya bersama para relawan.

Banjir besar yang melanda ibu kota Provinsi Sultra ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak Sabtu (9/5/2026) hingga Ahad dini hari. Akibatnya, sejumlah sungai meluap dan sistem drainase tidak mampu menampung debit air, yang kemudian merendam pemukiman di berbagai titik kota.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari pada Selasa (12/5/2026), bencana ini memberikan dampak bagi 5.445 jiwa dan merendam sedikitnya 1.339 unit rumah yang tersebar di 16 kelurahan.

Ketua Lazis Muadz, Anwar, menegaskan bahwa pendirian dapur umum adalah prioritas utama sejak hari pertama bencana untuk memastikan warga yang mengungsi tidak kesulitan mendapatkan akses pangan.

“Sejak Ahad hingga Rabu malam, kami telah menyalurkan sekitar 1.500 paket makanan siap santap di beberapa titik pengungsian dan kawasan warga terdampak banjir. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang saat itu kesulitan memasak dan memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” ujar Anwar.

Anwar menjelaskan, seluruh paket makanan diproduksi langsung melalui dapur umum Lazis Muadz dengan dukungan donatur dan kerja keras para relawan yang bekerja bergantian dari pagi hingga malam. Memasuki Selasa siang, seiring dengan surutnya air dan kembalinya warga ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur, Lazis Muadz mulai mengalihkan fokus bantuan.

“Karena masyarakat sudah mulai kembali ke rumah dan sebagian sudah dapat memasak sendiri, maka dapur umum kami hentikan. Program selanjutnya adalah penyaluran paket sembako bagi masyarakat dhuafa terdampak banjir berupa beras, telur, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya agar warga dapat kembali memenuhi kebutuhan dapur keluarga mereka,” jelasnya.

BACA JUGA :  129 Sertipikat Diserahkan, PLN UIP Sulawesi Amankan Aset Kelistrikan Strategis di Sulawesi Tengah

Selain bantuan pangan, relawan Lazis Muadz juga tetap berada di lapangan untuk memantau kondisi warga serta mendata kebutuhan mendesak pascabanjir. Anwar turut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus peduli dan membantu para korban, terutama keluarga dhuafa yang mengalami kerusakan rumah atau kehilangan peralatan rumah tangga akibat terendam air.

Hingga saat ini, upaya pemulihan terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama berbagai lembaga kemanusiaan guna mempercepat proses normalisasi aktivitas masyarakat pascabencana banjir yang tercatat sebagai salah satu dengan dampak terluas dalam beberapa tahun terakhir.