Kendari, Berikabar.co – Jelang momentum mudik Lebaran 1447 H, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menggencarkan edukasi keselamatan berkendara melalui saluran udara. Direktur Lalu Lintas Polda Sultra, Kombes Pol. Dr. Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si., hadir sebagai narasumber utama dalam Dialog Interaktif di Studio Programa 1 RRI Kendari, Selasa (10/3/2026).
Mengusung topik “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, dialog yang dimulai pukul 09.00 WITA ini menjadi sarana krusial bagi kepolisian untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat terkait persiapan perjalanan jarak jauh. Kombes Pol Argowiyono menekankan bahwa kunci utama mudik yang sukses adalah persiapan yang matang, baik dari aspek kendaraan maupun kesiapan fisik pengemudi.
Dalam pemaparannya, Dirlantas Polda Sultra memberikan sejumlah instruksi teknis kepada para calon pemudik agar selalu memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan dokumen perjalanan yang lengkap.
“Keselamatan menjadi hal utama dalam perjalanan mudik. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, tidak memaksakan diri saat lelah berkendara, serta memanfaatkan pos pelayanan dan pengamanan yang telah disiapkan petugas,” ujar Kombes Argowiyono.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Ditlantas Polda Sultra telah memetakan langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan. Strategi tersebut meliputi pengaturan lalu lintas di titik rawan, patroli rutin secara intensif, hingga penyiagaan pos pengamanan (Pospam) di lokasi-lokasi jalur mudik utama di Sulawesi Tenggara.
Didampingi Kasubbag TIK Ditlantas Polda Sultra, AKP Kunto, sesi dialog ini juga membuka ruang tanya jawab bagi pendengar RRI. Interaksi dua arah ini diharapkan mampu mengikis keraguan masyarakat terkait kondisi jalur mudik di wilayah Bumi Anoa.
Melalui sosialisasi ini, Ditlantas Polda Sultra berharap angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan seminimal mungkin. Fokus utamanya adalah memastikan seluruh masyarakat Sultra dapat menempuh perjalanan mudik dengan aman dan lancar, hingga akhirnya dapat berkumpul dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga di kampung halaman.





