Sinergi PT Vale dan PWI Morowali, Bangun Narasi Keberlanjutan Berbasis Fakta di Industri Nikel

oleh -194 Dilihat

Morowali, Berikabar.co – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID), mempertegas komitmennya terhadap transparansi dan tata kelola pertambangan yang baik (good mining practices). Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi aktif dalam agenda Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Morowali di Aula Hotel Metro, Bungku Tengah, Selasa (3/2).

Bagi PT Vale, keberlanjutan industri nikel di Morowali tidak hanya bergantung pada kecanggihan operasional, tetapi juga pada ekosistem informasi yang sehat. Melalui dukungan terhadap UKW, perseroan berupaya memperkuat kapasitas jurnalis dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan berbasis fakta terkait industri pertambangan.

Dalam sesi pemaparan, PT Vale mengungkap capaian investasi sosial yang telah menyentuh angka Rp70 miliar sejak 2015 hingga akhir 2025. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan di 17 desa di wilayah Kecamatan Bungku Timur dan Bahodopi.

Strategic Partnership for Community Development Officer PT Vale IGP Morowali, Fajrul Hidayat, menjelaskan bahwa program tersebut disusun berdasarkan studi mendalam.

“Program sosial PT Vale dirancang dan dijalankan secara terarah serta kolaboratif, berbasis social baseline study yang telah kami lakukan, agar manfaat kehadiran perusahaan dapat dirasakan secara inklusif dan berkelanjutan oleh masyarakat,” ujarnya.

Dari sisi ekologi, perusahaan terus menerapkan standar ketat pada pengelolaan air limpasan, emisi, hingga reklamasi pascatambang. Environment Engineer PT Vale IGP Morowali, Anwar Rosyid, menegaskan integritas lingkungan dalam bisnis perusahaan.

“Kami memastikan setiap tahapan operasional dijalankan dengan kepatuhan perizinan, pemantauan berkelanjutan, dan pengelolaan dampak yang terukur demi menjaga kelestarian ekosistem di area kerja kami,” jelasnya.

Senior Coordinator Media Relations PT Vale Indonesia, Suwarny Dammar, menyatakan bahwa partisipasi perusahaan dalam UKW adalah bentuk investasi jangka panjang untuk menciptakan iklim informasi yang kredibel di wilayah operasional.

BACA JUGA :  Indosat Jawab Kebutuhan Engineer: IDCamp 2025 Fokus Cetak Talenta AI dan Gen AI untuk Perkuat Ekonomi Digital

“Bagi PT Vale, kegiatan UKW bukan hanya agenda peningkatan kapasitas wartawan, tetapi merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem informasi yang profesional, beretika, dan kredibel, khususnya di wilayah operasional kami,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran media sebagai penyeimbang di tengah isu negatif yang sering menerpa industri nikel.

“Kita kerap mendengar narasi tentang dirty nickel, praktik pertambangan yang merusak lingkungan, atau aktivitas yang dinilai tidak sesuai kaidah, khususnya di wilayah seperti Morowali. Di sinilah peran media menjadi sangat penting, tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga menghadirkan informasi yang utuh, berbasis data, dan berimbang. Kehadiran PT Vale dalam UKW ini adalah wujud komitmen kami terhadap keterbukaan informasi dan praktik pertambangan yang bertanggung jawab,” lanjut Suwarny.

Dukungan PT Vale mendapat sambutan hangat dari Ketua PWI Morowali, Mahmud Mattangara, yang menilai kepedulian perusahaan tambang kelas dunia ini sangat membantu peningkatan kualitas SDM pers lokal.

“Kami berterima kasih atas dukungan dan partisipasi PT Vale Indonesia yang telah berkontribusi besar dalam kegiatan ini. Ini luar biasa, karena menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap kualitas sumber daya manusia pers di Morowali. Dari lebih dari 20 pendaftar, sekitar 15 peserta hari ini mengikuti proses UKW. Dukungan seperti ini sangat membantu kami menyiapkan wartawan yang lebih layak, profesional, dan berkualitas ke depan,” ungkap Mahmud.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kominfo Daerah Kabupaten Morowali, Badiuz Zaman, menilai kolaborasi ini sebagai langkah positif untuk menyeimbangkan diskursus publik.

“Kegiatan ini sangat positif. Perusahaan membutuhkan media, dan media juga membutuhkan akses informasi yang terbuka. Karena itu, kolaborasi yang sehat perlu terus dikembangkan. Narasi dan presentasi dari PT Vale hari ini juga menjadi contoh bagaimana informasi yang komprehensif dapat menjadi penyeimbang atas berbagai pemberitaan negatif yang tidak jarang muncul di ruang publik,” tutupnya.

BACA JUGA :  Komitmen PT Vale Indonesia Dorong Agenda Rendah Karbon: Transformasi Inovatif Truk 100T untuk Masa Depan Berkelanjutan