Siap Siaga Sejak Dini, Ratusan Pelajar di Lingkar Tambang PT Vale Morowali Ikuti Simulasi Gempa

oleh -182 Dilihat

Morowali, Berikabar.co — Kabupaten Morowali terus memperkuat benteng pertahanan terhadap risiko bencana dengan membidik generasi muda sebagai agen perubahan. PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID), bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali dan PT Petrosea Tbk menggelar program bertajuk “Siap Siaga, Selamat Bersama: Anak Sekolah Tangguh Bencana.”

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (3–5 Februari 2026) ini menyasar siswa sekolah dasar di wilayah binaan PT Vale IGP Morowali, mencakup SDN Dampala, SDN Siumbatu, SDN 1 dan 2 Onepute Jaya, serta SDN 1 dan 2 Bahomotefe. Fokus utama sosialisasi adalah mitigasi gempa bumi, mengingat wilayah Sulawesi Tengah memiliki tingkat risiko seismik yang tinggi.

Tidak sekadar teori, para siswa diajak mempraktikkan langsung prosedur keselamatan seperti drop, cover, and hold on (merunduk, berlindung, dan berpegangan) melalui simulasi yang interaktif. Langkah ini bertujuan membangun kesadaran budaya risiko sekaligus menanamkan rasa percaya diri pada anak saat menghadapi situasi darurat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Morowali, Mohammad Ridwan Mangkali, menekankan pentingnya memberikan bekal keselamatan kepada anak-anak sejak dini.

“Anak-anak adalah kelompok yang rentan, namun sekaligus memiliki potensi besar sebagai agen perubahan. Dengan pemahaman dan latihan yang tepat, mereka tidak hanya mampu menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga dapat membantu orang-orang di sekitarnya,” kata Mohammad Ridwan Mangkali.

Ia pun memberikan apresiasi atas keterlibatan dunia usaha dalam memperkuat ketangguhan daerah.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan PT Vale dan PT Petrosea dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Morowali,” tambahnya.

Antusiasme senada disampaikan oleh pihak sekolah. Kepala SDN Siumbatu, Serno, melihat perubahan positif pada sikap para siswanya setelah mengikuti praktik kebencanaan tersebut.

BACA JUGA :  Jelang Nataru 2024, Telkomsel Siaga Regional Sulawesi Optimalkan 763 BTS

“Kami mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan ini. Anak-anak terlihat sangat antusias dan kini memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana bersikap saat terjadi bencana. Mereka juga tampak lebih percaya diri. Harapan kami, pengetahuan ini dapat tertanam kuat dan diterapkan dalam keseharian, serta kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujar Serno.

Program ini merupakan wujud nyata dari nilai fundamental PT Vale yang menempatkan keselamatan di atas segalanya, khususnya bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Keselamatan merupakan nilai fundamental yang selalu kami junjung tinggi. Melalui edukasi dan praktik kebencanaan sejak dini, kami ingin membekali anak-anak dengan pengetahuan dasar, kesiapan mental, serta keberanian untuk bertindak tepat saat menghadapi keadaan darurat. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama bahwa kesiapsiagaan bencana adalah tanggung jawab kolektif antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Community Development Officer Bahodopi, Salwa, mewakili Manajemen PT Vale.

Melalui langkah konkret ini, diharapkan budaya siaga bencana dapat tertanam kuat sebagai identitas masyarakat Morowali, guna meminimalisir risiko dan memperkuat ketangguhan di masa depan.