Optimisme OJK Sultra: Pertumbuhan Kredit Diproyeksi Capai 12% Didorong Sektor Produktif

oleh -98 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat performa gemilang industri perbankan di wilayah Bumi Anoa pada pembukaan tahun 2026. Sinergi antara kebijakan pusat dan potensi daerah dinilai menjadi kunci terjaganya stabilitas sektor keuangan.

Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, mengungkapkan bahwa kondisi perbankan di Sulawesi Tenggara saat ini berada dalam posisi yang kokoh dan terkendali. Kondisi ini disebutnya berjalan selaras dengan tren pertumbuhan ekonomi di tingkat nasional.

Sebagai gambaran keberlanjutan dari tahun sebelumnya, secara nasional pertumbuhan kredit perbankan sepanjang 2025 telah menyentuh angka 9,69 persen (yoy). Bahkan, kredit investasi berhasil mencatatkan lonjakan pertumbuhan tertinggi mencapai 21,06 persen (yoy).

“OJK memproyeksikan pertumbuhan kredit pada 2026 secara nasional dapat mencapai kisaran 10–12 persen,” ujar Bismi Maulana Nugraha.

Optimisme ini, lanjut Bismi, didasari oleh kondisi likuiditas yang solid serta fundamental permodalan yang kuat, di mana rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) nasional berada pada level 26%.

Khusus di wilayah Sulawesi Tenggara, Bismi memaparkan bahwa geliat penyaluran kredit didominasi oleh sektor-sektor strategis yang menjadi tumpuan ekonomi daerah. Sektor pertambangan dan hilirisasi nikel, pertanian serta perkebunan—khususnya komoditas kakao—hingga sektor perdagangan dan jasa menjadi kontributor utama pertumbuhan kredit di Sultra.

Selain penyaluran kredit, tren positif juga terlihat pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Bismi menyebutkan bahwa DPK di Sultra terus tumbuh positif, yang menjadi indikator kuat bahwa masyarakat semakin percaya untuk menyimpan dana mereka di lembaga keuangan formal.

Ke depan, OJK Sultra berkomitmen untuk terus memperketat pengawasan dan mendorong fungsi intermediasi perbankan agar tetap sehat.

“OJK akan terus memantau dan mendorong intermediasi yang sehat agar dana masyarakat tersalurkan secara optimal ke sektor-sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Bismi.

BACA JUGA :  Indosat Ooredoo Hutchison Raih Best Digital Transformation Award di World Communication Award 2024