Inspirasi Tanpa Batas: Nenek 83 Tahun Pimpin Grup Angklung Raih Juara di Pasanggiri AHM

oleh -179 Dilihat

Jakarta, Berikabar.co – Semangat melestarikan budaya bangsa tidak mengenal batasan usia. Hal ini dibuktikan oleh Merrywati Peruba, seorang nenek berusia 83 tahun yang tampil memukau dalam ajang Pasanggiri Angklung Satu Hati (PASH) yang diselenggarakan oleh PT Astra Honda Motor (AHM). Merrywati bersama grupnya, Gita Pundarika NSI, berhasil menyisihkan 1.700 peserta lain dari 21 kabupaten/kota di Indonesia dan dinobatkan sebagai juara pertama kategori umum pada final yang digelar Kamis, 5 Februari 2026.

Merrywati, yang telah aktif bermain angklung sejak tahun 1979, membuktikan bahwa alat musik tradisional ini tetap relevan dan memberikan dampak positif bagi kesehatan mental serta fisik lansia.

“Bermain angklung menjadi salah satu cara untuk memperkuat daya ingat, memberikan kenyamanan dan perasaan bahagia. Dari angklung kita belajar pentingnya kerjasama guna menghasilkan melodi yang indah dan harmonis. Ajang PASH bagi kami adalah ruang untuk berkreasi sekaligus mengekspresikan hobi bermusik”, ujar Merrywati di sela-sela kompetisi.

Selain kategori umum, AHM juga memberikan apresiasi kepada pemenang dari kategori Sekolah Dasar (SD), SMP, dan SMA, serta tim favorit pilihan netizen di media sosial. Para peserta tampil kreatif dengan membawakan beragam genre, mulai dari lagu daerah hingga original soundtrack film.

General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, menekankan bahwa penilaian utama meliputi teknik permainan, kreativitas aransemen, hingga estetika penampilan.

“Angklung mampu memukau dunia bukan sekedar alat musik yang memiliki nilai sejarah bagi bangsa namun turut mengajarkan konsistensi, daya juang dan harmonisasi kerjasama tim yang kami yakini dapat menjadi dasar pembentukan generasi unggul. PASH ini sebagai wadah bagi pecinta angklung di Indonesia dalam eksplorasi kemampuan bermusik tradisional dengan cara yang kekinian dan menyenangkan,” jelas Muhibbuddin.

BACA JUGA :  Hadapi Risiko Bencana Tinggi, Pemprov Sultra Siagakan Personel Gabungan 24 Jam Selama Nataru

Tidak hanya berkompetisi, para peserta juga mendapatkan pembekalan melalui program Astra Honda Berbagi Ilmu (AHBI). Materi yang diberikan mencakup teknik olah vokal, ilmu angklung komprehensif, hingga strategi digitalisasi dan pembuatan konten media sosial agar musik tradisional semakin diminati masyarakat luas.

Keberhasilan acara ini turut dirasakan oleh para tenaga pendidik yang ikut serta mendampingi siswanya.

“Saya bangga menjadi bagian dari ajang PASH, kami mendapat banyak ilmu serta bisa berjejaring dengan peserta dari daerah lain. Melestarikan alat musik tradisional menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi tenaga pendidik dalam meneruskan kecintaan budaya ke peserta didik,” ungkap Elsa, guru SDN Sunter Agung 13 Pagi Jakarta.

Melalui inisiatif ini, AHM berharap angklung yang merupakan warisan dunia ramah lingkungan dapat terus hidup dan relevan di tangan generasi muda sebagai simbol harmoni dan kebanggaan identitas Indonesia.