Kendari, Berikabar.co – Keberagaman budaya Nusantara kembali menjadi sorotan utama dalam gelaran Claro Wedding Festival (CWF) 2026. Tahun ini, Claro Hotel Kendari memilih tema “The Heritage of Sunda” sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan adat istiadat Indonesia. Keputusan ini diambil melihat tingginya minat masyarakat yang menggunakan konsep adat Jawa Barat tersebut dalam resepsi pernikahan mereka.
Irma, Marcom Manager Claro Kendari, menjelaskan bahwa pemilihan tema ini merupakan langkah berkelanjutan setelah sebelumnya sukses mengangkat adat lokal Moronene. Festival ini sekaligus menjadi jembatan silaturahmi dengan masyarakat Sunda yang menetap di Sulawesi Tenggara.
“Tahun lalu kami mengangkat tema adat Moronene, dan tahun ini kami memilih adat Sunda. Alhamdulillah, di Phinisi Ballroom sudah banyak tamu yang menggelar pernikahan dengan konsep Sunda. Sekaligus menjadi ajang silaturahmi bersama Paguyuban Pasundan Sulawesi Tenggara, untuk saling belajar, mengenal, mengedukasi, serta melestarikan adat istiadat warisan bangsa,” jelasnya.
Selain pameran visual, CWF 2026 memperkaya pengalaman pengunjung melalui berbagai kegiatan edukatif harian. Allink dari Artpro The Organizer memaparkan bahwa festival akan diisi dengan make up class, kelas merangkai bunga, hingga fashion show. Salah satu agenda unggulan adalah talk show kesehatan kulit bersama pakar internasional, dr. Astrid Harianto.
Dengan partisipasi vendor-vendor papan atas seperti Yanti Make Up hingga Rans Deco, festival ini bertransformasi menjadi ruang kreatif bagi calon pengantin untuk menggali ide. Kolaborasi ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam merancang momen sakral yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga sarat akan nilai budaya yang tak lekang oleh waktu.





