Terhasut Hoaks Penculikan, Massa Bakar Kantor PT RCP dan Geruduk Polsek Bungku Selatan

oleh -75 Dilihat

Morowali, Berikabar.co  – Sebuah isu yang tidak terkonfirmasi berujung pada aksi anarkis kolektif di Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali. Pada Sabtu malam (3/1/2026), sekitar pukul 21.01 WITA, puluhan warga yang didominasi oleh kelompok perempuan melakukan penyerangan dan pembakaran terhadap Kantor Site Office PT Raihan Catur Putra (PT RCP).

Aksi ini bermula saat sekitar 50 orang mendatangi kantor perusahaan tambang tersebut dengan membawa obor. Massa mencari Teguh, seorang External Relation Officer PT RCP, karena terhasut kabar bohong bahwa seorang warga bernama Arlan Dahrin telah diculik dan dibunuh.

General Manager Non Technical PT Raihan Caturputra, Wahyu Prasetiyo, mengonfirmasi bahwa massa datang dengan niat melakukan main hakim sendiri.

“pertama kali datang ke kantor RCP untuk mencari Teguh salah seorang ext relation officernya RCP dengan maksud untuk diadili karena mereka terhasut bahwa Arlan telah di culik dan di bunuh,” ungkap Wahyu Prasetiyo, Senin (5/1/2026).

Kegagalan massa menemukan Teguh memicu ledakan emosi yang lebih besar. Kantor perusahaan tersebut akhirnya menjadi sasaran pelampiasan amarah.

” Mereka cari teguh tidak ketemu kemudian membakar kantor RCP,” jelas Wahyu.

Setelah membakar kantor perusahaan, massa bergerak menuju Mapolsek Bungku Selatan. Ketegangan sempat memuncak saat warga mencoba menerobos masuk, namun situasi berhasil diredam oleh aparat setempat.

Kapolres Morowali, AKBP Zulkarnain, menegaskan bahwa kericuhan ini dipicu oleh provokasi terkait proses hukum Arlan Dahrin. Arlan sendiri ditangkap atas kasus dugaan diskriminasi suku dan etnis, bukan karena permasalahan aktivitas pertambangan.

” Kejadian ini berawal dari adanya penangkapan terhadap saudara Arlan yang merupakan tersangka diskriminasi suku dan etnis yang telah dipanggil dua kali masih mangkir kemudian dilakukan upaya penjemputan Dan pada saat penjemputan yang bersangkutan berada di wilayah RCP,” kata AKBP Zulkarnain.

BACA JUGA :  Sentuhan Baru New Honda Stylo 160: Tampil Lebih Elegan dengan Warna Spesial Burgundy dan Fitur Canggih

Kapolres menyayangkan adanya informasi menyesatkan yang sengaja disebarkan untuk memancing kemarahan warga hingga terjadi pembakaran.

“Jadi ada indikasi penghasut dan informasi yang salah kepada masyarakat, terprovokasi Hingga melakukan pembakaran diwilayah RCP. Arlan kami proses sesuai dengan ketentuan pasal yang dilanggar terkait masalah diskriminasi etnis dan dan suku kemudian kami koordinasi dengan JPU terkait masalah ini,” tambahnya.

Pihak kepolisian menegaskan tidak akan tinggal diam atas aksi perusakan fasilitas tersebut. AKBP Zulkarnain memastikan bahwa aparat akan memburu aktor intelektual maupun pihak-pihak yang menyebarkan provokasi di media sosial.

” Dan untuk pelaku pembakaran negara harus hadir kami akan tegas menindak pelaku pelaku yang menyebabkan pembakaran apapun itu termasuk yang memprovokasi dan menghasut baik di media sosial maupun langusung,” tegas Kapolres.