Kendari, Berikabar.co – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR), menegaskan langkah radikal dalam menata birokrasi di lingkup Pemerintah Provinsi Sultra. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Konsolidasi Program Prioritas UPT Kemendikdasmen Sultra pada Jumat malam (9/1/2026).
Gubernur menggarisbawahi bahwa kunci kemajuan daerah bermula dari stabilitas keamanan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Baginya, pengelolaan kekayaan alam yang melimpah tidak akan menyentuh titik kesejahteraan jika kedua faktor tersebut diabaikan.
“Kita tidak mungkin mencapai kesejahteraan dan mengelola SDM maupun SDA secara maksimal jika tidak ada rasa aman. Keamanan adalah prasyarat menuju masyarakat Sultra yang sejahtera dan religius,” tegasnya.
Sebagai bukti komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih, Ia berencana menerapkan sistem meritokrasi dalam seleksi jabatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam waktu dekat, seluruh pengisian posisi strategis akan didasarkan sepenuhnya pada kompetensi, integritas, dan prestasi, bukan pada balas jasa politik pasca-Pilkada.
“Siapa pun yang berprestasi akan kita hargai. Sistem yang kita gunakan adalah meritokrasi. Tidak masalah apakah yang terpilih bukan tim kami saat maju atau tidak membersamai kami sebelumnya. Ini adalah pilihan terbaik demi kemajuan Sultra,” ujarnya.
Pernyataan tegas Gubernur ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap tingginya ketergantungan ekonomi Sultra pada sektor Sumber Daya Alam (SDA). Data menunjukkan kontribusi SDA mencapai Rp118 triliun, namun diperkirakan cadangan kekayaan alam tersebut hanya mampu bertahan 10 hingga 15 tahun lagi.
Selain itu, penurunan dana transfer pusat ke Pemprov Sultra pada 2026 yang diperkirakan hanya sebesar Rp207 miliar menjadi sinyal kuat untuk segera melakukan transformasi ekonomi melalui penguatan SDM.
“Kalau kita tidak mulai memikirkan dan mempersiapkan dari sekarang, kita tidak akan tahu seperti apa masa depan Sultra,” pungkasnya.
Melalui penerapan meritokrasi ini, diharapkan birokrasi Sultra mampu diisi oleh para profesional yang siap berinovasi dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.





