Perkuat Konektivitas Malili-Nuha, PT Vale dan Pemprov Sulsel Jadikan Matano Belt Road Jalur Startegis

oleh -157 Dilihat

Luwu Timur, Berikabar.co – Langkah besar dalam pemerataan infrastruktur di wilayah Sulawesi Selatan mulai menampakkan hasil nyata. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) secara resmi berkolaborasi membangun jalur strategis Matano Belt Road. Jalur ini diproyeksikan menjadi urat nadi baru yang menghubungkan wilayah Malili hingga Nuha, bahkan menembus hingga perbatasan Sulawesi Tengah.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan sektor swasta dalam mempercepat pembangunan aksesibilitas di wilayah tersebut. Menurutnya, jalan ini akan memutus ketergantungan masyarakat pada moda transportasi air dan menjadi alternatif darat yang jauh lebih efisien.

“Jalan ini menghubungkan Malili dan Nuha. Sebelum kita menyebrang dengan feri, jalan ini jadi alternatif yang bisa menjadi akses utama nantinya ke depan, jadi alhamdulillah kita ucapkan terima kasih kepada PT Vale. Ini salah satu kontribusi yang paling besar nantinya dari PT Vale untuk Luwu Timur,” ujar Andi Sudirman Sulaiman.

Pembangunan Matano Belt Road bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya strategis untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. PT Vale memandang pembangunan ini sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam memperkuat ketahanan wilayah melalui mobilitas barang dan jasa yang lebih lancar.

Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer PT Vale Indonesia, Abu Ashar, menegaskan bahwa koridor ini dirancang khusus untuk memacu produktivitas di Sulawesi Selatan, sekaligus memudahkan masyarakat dalam menjangkau layanan publik.

“Melalui pembangunan Matano Belt Road bersama pemerintah, kami berkontribusi memperkuat konektivitas strategis Malili – Nuha. Koridor ini dirancang untuk memperlancar mobilitas masyarakat, arus barang dan jasa, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di Sulawesi Selatan,” katanya.

BACA JUGA :  Lindungi Nasabah, OJK Sultra Imbau Masyarakat Gunakan Indonesia Anti Scam Center

Lebih lanjut, perusahaan menekankan pentingnya keterbukaan akses sebagai fondasi bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil.

“Ketika akses terbuka, layanan publik semakin dekat, aktivitas ekonomi bergerak dan masyarakat memiliki kesempatan yang lebih adil untuk tumbuh,” pungkasnya.

Hadirnya Matano Belt Road diharapkan dapat memangkas waktu tempuh, menurunkan biaya logistik, dan menghidupkan pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang jalur Malili-Nuha hingga ke perbatasan provinsi tetangga. Sinergi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dapat mempercepat perwujudan masa depan Indonesia yang lebih terkoneksi dan sejahtera.