Benteng Edukasi PT Vale dan Dinkes Morowali: Sinergi Selamatkan Anak-anak dari Ancaman ISPA

oleh -217 Dilihat

Morowali, Berikabar.co – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian berkelanjutan. Menjawab tantangan ini, PT Vale Indonesia Tbk melalui program kolaboratif “Geser ISPA: Gerakan Edukasi Serentak ISPA” bersama Dinas Kesehatan Morowali, menegaskan komitmen mereka untuk tidak berhenti pada edukasi seremonial, melainkan menjadikan pencegahan sebagai gerakan harian.

Program “Geser ISPA” dirancang sebagai upaya sistematis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan ISPA. Program ini berfokus pada wilayah pemberdayaan perusahaan di Morowali, salah satunya melalui Puskesmas Bahomotefe.

Wafir, Head of Bahodopi Project PT Vale Indonesia, menjelaskan bahwa program ini sengaja dibentuk sebagai kolaborasi erat dengan pemerintah agar dampaknya terasa dalam jangka panjang.

“Program ‘Geser ISPA’ merupakan program kolaborasi bersama Dinas Kesehatan Morowali yang dirancang sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan ISPA. PT Vale bersama Dinas Kesehatan Morowali akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi agar edukasi yang sudah diberikan dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan rutin Puskesmas dan komunitas,” jalas Wafir.

Dikatakannya fokus utama perusahaan adalah memastikan setiap warga memiliki akses informasi yang benar dan dapat menerapkan perilaku hidup sehat sehari-hari, bukan sekadar mengikuti kegiatan edukasi.

Keberhasilan Dilihat dari Kebiasaan Sehari-hari

Untuk mengukur dampak nyata dari program ini, PT Vale dan Dinas Kesehatan Morowali tidak hanya mengandalkan angka kehadiran semata. Wafir menjelaskan, indikator keberhasilan yang paling krusial adalah perubahan kebiasaan masyarakat itu sendiri.

“Pengukuran keberhasilan program dilakukan melalui indikator seperti: jumlah peserta edukasi dan cakupan wilayah, perubahan perilaku masyarakat terkait pencegahan ISPA (misalnya penggunaan masker, kebiasaan cuci tangan), dan data tren kasus ISPA yang dilaporkan oleh Puskesmas setempat,” terangnya.

BACA JUGA :  Dukung Libur Nataru, Bank Sultra Siapkan Dana Likuiditas Rp900 Miliar

Evaluasi yang bersifat berkala dan berbasis data dari fasilitas kesehatan ini memastikan bahwa program tersebut tepat sasaran dan mampu mengubah perilaku komunitas secara mendalam.

Langkah Selanjutnya Setelah ISPA

Saat ini, fokus program memang masih berada di wilayah pemberdayaan utama PT Vale. Namun, perusahaan tidak menutup kemungkinan untuk memperluas jangkauan program kesehatan serupa ke kecamatan atau desa lain di Kabupaten Morowali.

“Untuk perluasan ke kecamatan atau desa lain, PT Vale akan mempertimbangkan hasil evaluasi dan masukan dari pemangku kepentingan. Setiap langkah akan dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah agar sesuai dengan prioritas daerah,” tegas Wafir.

Mengenai prioritas kesehatan selanjutnya di tahun 2026, Wafir memastikan bahwa PT Vale akan tetap responsif terhadap kebutuhan mendesak di Morowali. Penentuan program berikutnya akan didasarkan pada data epidemiologi dan rekomendasi dari Puskesmas setempat dan Dinas Kesehatan Morowali, serta berdasarkan data baseline study terkait kesehatan di area pemberdayaan.

“PT Vale akan terus berkoordinasi untuk mendukung program yang paling relevan bagi masyarakat, dengan tetap mengedepankan prinsip pencegahan dan edukasi,” tutup Wafir, menekankan komitmen jangka panjang perusahaan untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah operasinya.