Perkuat Solidaritas dan Perlindungan Jurnalis di Daerah, KKJ Sulawesi Tenggara Resmi Dibentuk

oleh -192 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari bersama Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Nasional, didukung oleh Yayasan Tifa melalui program Jurnalisme Aman, menyelenggarakan Pelatihan Keamanan Jurnalis di Kota Kendari. Selain pelatihan, Program Jurnalisme Aman juga mengadakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai Keamanan Jurnalis dan secara resmi meluncurkan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara.

Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari, pada 24–25 Oktober di Kota Kendari. Erick Tanjung, Koordinator Advokasi AJI Indonesia sekaligus KKJ Nasional, dalam sambutannya menyoroti peningkatan signifikan kasus kekerasan terhadap jurnalis di tingkat nasional.

“Saat ini sejak Januari hingga Oktober 2025 terdapat 70 kasus adalah angka yang signifikan dalam Januari–Oktober dalam 3 tahun terakhir, untuk serangannya sangat beragam mulai ancaman teror, penganiayaan, digital bahkan sudah sampai 20 kasus selama 10 bulan terakhir dan itu angka yang paling tinggi dalam 5 tahun terakhir, kita perlu menyikapi ini bersama, untuk memitigasi ini apa yang perlu kita lakukan,” kata Erick, yang juga menjadi trainer dalam pelatihan ini bersama Ridwan Lapasere, anggota Advokasi AJI Indonesia dan AJI Palu.

Senada dengan pernyataan tersebut, Arie Mega Project Officer Jurnalisme Aman menyampaikan perlunya solidaritas dan perlindungan jurnalis, sebab kekerasan dan kriminalisasi terhadap jurnalis masih sering terjadi di Indonesia.

“Setahun ini sudah ada 70 kasus kekerasan, dan ini kita sadari, kekerasan, kriminalisasi masih sering terjadi. Namun, di tengah itu semua saya optimis masih ada semangat solidaritas dan keberanian jurnalis yang sejauh ini masih belum padam,” ujar Arie.

Kekerasan di Sultra Pelaku Orang Tak Dikenal

Di Sulawesi sendiri, kasus kekerasan terhadap jurnalis paling tinggi selama tiga tahun terakhir terjadi di Sulawesi Tenggara. Hal itu diungkapkan oleh Ridwan Lapasere. ”Kalau KKJ yang diiniasi oleh Jurnalisme Aman di Aceh dan Sulawesi Tengah, berbasis riset JA. Tapi, di Sultra ini sudah kami data dan verifikasi kalau kekerasan terhadap wartawan tinggi.”

BACA JUGA :  Muskota III, Kadin Tekankan Pembinaan dan Pendampingan UMKM

Ia juga menyoroti pola pelaku kekerasan di wilayah tersebut. ”Di Sultra, pelaku kekerasan terhadap jurnalis, berbeda dengan kawasan yang lain yang biasanya dilakukan oleh aparat, di Sultra pelakunya orang tidak dikenal,” kata Ridwan.

Salah satu peserta pelatihan sekaligus hadir dalam peluncuran KKJ Sultra, Fadly Aksar dari IJTI, mengatakan bahwa permasalahan kekerasan terhadap jurnalis di Sulawesi Tenggara cukup kompleks, mulai dari kurangnya pemahaman wartawan terhadap kode etik, bisnis media yang tidak sesuai dengan peraturan Dewan Pers, hingga minimnya bantuan advokasi ketika jurnalis mengalami kekerasan. ”Di Sultra ini, belum pernah ada kasus media belum pernah ke pengadilan, karena masih di penyidik. Apalagi kurang advokat dan tidak ada pendampingan pengacara,” katanya.

KKJ Sultra Wadah Multistakeholder

Meskipun demikian, Jusman dari Peradi Sulawesi Tenggara menyatakan kesiapannya mendukung inisiatif ini. ”Kami siap bersinergi dan saya pribadi setuju dan harus adanya KKJ ini, karena jurnalis rentan akan kekerasan,” katanya.

Sementara itu, Arie menambahkan bahwa KKJ Sultra hadir bukan hanya sebagai forum sesama jurnalis, tetapi sebagai wadah bersama multistakeholder yang terdiri dari jurnalis, organisasi sipil, dan lembaga bantuan hukum agar saling menguatkan. “Bukan sekadar forum tapi wadah untuk saling menguatkan dan memastikan tidak ada jurnalis yang berjalan sendirian ketika mengalami kekerasan,” ucapnya.

Pembentukan KKJ Sulawesi Tenggara juga dihadiri oleh Sinta Suryani, Senior Policy Officer Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, yang selama ini mendukung Program Jurnalisme Aman. “Kami mengapresiasi program Jurnalis Aman yang sudah berjalan selama kurang lebih 4 tahun, pelatihan keselamatan jurnalis di berbagai kota, kebebasan pers merupakan salah satu fokus dan kami sangat mendukung program ini,” kata Sinta.

Pelatihan dan peluncuran KKJ Sulawesi Tenggara diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai organisasi dan perwakilan, antara lain AJI Kendari, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sultra, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sultra, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sultra, Pusat Pendidikan dan Pemahaman Hak Asasi Manusia (PusPAHAM) Sultra, perwakilan pengacara, dan perwakilan pers mahasiswa.

BACA JUGA :  Upacara HUT Korpri, Bupati Koltim Tegaskan Evaluasi Kinerja Untuk Pembangunan

Adapun Koordinator KKJ Sulawesi Tenggara digawangi oleh Fadly Aksar dari IJTI, M. Sadli Saleh dari AJI Kendari sebagai Sekretaris, dan bendahara diampu oleh Yuni Kasir dari PusPAHAM.