Perkuat Tenaga Kerja Lokal, PT Vale dan Pemda Luwu Timur Bersinergi dalam Pelatihan Vokasi

oleh -302 Dilihat

Sorowako, Berikabar.co – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), sebagai perusahaan yang berkomitmen membangun masa depan lebih baik, berupaya memperkuat kompetensi angkatan kerja lokal. Ini menjadi langkah strategis untuk mendukung agenda besar pembangunan nasional yang menargetkan pertumbuhan ekonomi inklusif.

Indonesia sedang memasuki era hilirisasi mineral dan transisi energi, yang membuka banyak peluang kerja. Namun, tantangan besar muncul ketika banyak peluang tersebut tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat lokal karena kurangnya keterampilan dan sertifikasi. Untuk menjawab tantangan ini, PT Vale menggandeng Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Politeknik Sorowako (Poliwako) dalam sebuah kolaborasi.

Kolaborasi ini menghasilkan program Vocational Short-Term Training (VST) yang berfokus pada tiga bidang krusial: Pengelasan, Kelistrikan, dan Administrasi Bisnis.

“Program ini adalah bagian dari kontribusi Vale dalam menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil sejalan dengan proyek hilirisasi di Sorowako Limonite Ore. Kami percaya keterampilan yang relevan adalah kunci agar masyarakat lokal bisa mengambil peran strategis dalam pembangunan industri dan ekonomi daerah,” ujar Suharpiyu, Head of Sorowako Limonite Ore PT Vale.

Program ini diikuti oleh 87 peserta, terdiri dari 57 orang dari area pemberdayaan PT Vale dan 30 orang dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Selama dua hingga tiga bulan, para peserta akan mendapatkan pelatihan praktis dan sertifikasi kompetensi.

Hariyadi Hamid, Kepala Bidang Pemberdayaan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Luwu Timur, menegaskan bahwa program ini adalah prioritas utama Pemda untuk memperkuat daya saing SDM lokal.

“Harapan kami peserta memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, karena pelatihan berbasis kompetensi adalah kunci agar Luwu Timur mampu maju dan sejahtera,” ujarnya.

Harjuma, Direktur Poliwako, menambahkan bahwa peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis.

BACA JUGA :  Sita Rp78,1 Miliar dari Judol Internasional, Komitmen Polri atas Asta Cita Presiden Prabowo

“Peserta tidak hanya mendapat keterampilan teknis, tapi juga dua sertifikat resmi yang akan memudahkan mereka dalam melamar pekerjaan. Ini adalah langkah konkret agar lulusan siap kerja dengan standar industri,” tambahnya.

Bagi Muhammad Nur Adnan, salah satu peserta dari Desa Balambano, program ini adalah harapan masa depan.

“Saya optimis bidang kelistrikan sangat dibutuhkan di masa mendatang. Semoga keterampilan ini bisa menjadi bekal saya untuk bersaing, dan program seperti ini terus berlanjut untuk membuka peluang kerja bagi generasi muda,” ungkapnya.