Forkestra 2025: BI Sultra Dorong Transformasi Ekonomi Daerah Lewat Pariwisata, Pangan, dan Inovasi Digital

oleh -231 Dilihat

Kendari, Berikabar.co – Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (Forkestra) 2025, yang diselenggarakan di Hotel Claro Kendari Rabu (30/9/2025), menjadi platform strategis untuk memperkuat perekonomian regional. Forum yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sultra ini melibatkan pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha sebagai peserta aktif.

Kepala BI Sultra, Edwin Permadi, menekankan perlunya transformasi sektor unggulan agar Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak terus bergantung pada sumber daya alam (SDA). “Pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif harus bergerak bersama. Digitalisasi dan inovasi akan menjadi kunci agar sektor-sektor ini berdaya saing dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Edwin menyoroti pariwisata sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi. Data BPS menunjukkan adanya peningkatan kunjungan wisatawan Nusantara ke Sultra sebesar 16,96 persen pada tahun 2024. “Angka ini menunjukkan potensi besar. Dengan dukungan semua pihak, destinasi baru akan tumbuh dan mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara,” katanya.

Selain pariwisata, ketahanan pangan juga menjadi fokus penting. Forkestra 2025 dirangkaikan dengan penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Kesepakatan tersebut melibatkan Kota Kendari, Kabupaten Konawe, dan Kabupaten Konawe Selatan. “Kerja sama lintas daerah ini penting agar distribusi lebih lancar dan harga pangan tetap stabil,” jelas Edwin.

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, yang diwakili oleh Sekda Sultra, Asrun Lio, menambahkan bahwa hilirisasi sektor pertanian dan perikanan juga mendesak. “Selama ini banyak hasil laut kita tercatat di luar daerah. Dengan hilirisasi, nilai tambahnya akan kembali untuk Sultra,” katanya. Ia menekankan bahwa hilirisasi komoditas seperti kakao, kopi, rumput laut, dan produk perikanan akan membuka lapangan kerja baru dan memperkuat daya saing daerah.

BACA JUGA :  Jelang Mendaftar, Abd Azis Ziarahi Makam Mokole Raterate

Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan pangan melalui kolaborasi lintas daerah. “Kota Kendari belum bisa swasembada pangan. Dengan adanya kerja sama ini, kebutuhan beras, telur, sayuran, dan komoditas lain bisa langsung disuplai dari daerah sekitar,” ujarnya.

Selain diskusi, Forkestra edisi kelima ini juga menyelenggarakan Kompetisi Ilmiah Ekonomi Sultra, yang diikuti oleh 1.400 peserta dengan 304 karya. Antusiasme tinggi ini, menurut Edwin, menunjukkan partisipasi aktif generasi muda dalam merumuskan solusi ekonomi daerah, menjadikan Forkestra sebagai ruang dialog strategis untuk pembangunan ekonomi Sultra yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.