PLN Hadirkan Laboratorium TIK di SMKN 1 Konawe Utara, Akhiri Perjalanan 30 Kilometer Siswa dan Guru

oleh -364 Dilihat

Konawe Utara, Berikabar.co  – Selama bertahun-tahun, siswa dan guru SMKN 1 Konawe Utara harus menempuh jarak sekitar 30 kilometer hanya untuk mengikuti pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sekolah lain. Perjalanan yang menyita waktu, tenaga, dan biaya tersebut kini resmi menjadi bagian dari sejarah.

Senin (4/8), kegembiraan terpancar dari wajah para siswa dan guru setelah PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) meresmikan laboratorium TIK di sekolah mereka. Sebanyak 25 unit komputer baru kini mengisi ruangan belajar di Desa Mowundo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara, menghadirkan suasana baru dalam proses pembelajaran.

“Fasilitas ini adalah hadiah terbaik yang pernah kami dapatkan. Kini para siswa tidak perlu lagi meminjam fasilitas sekolah lain yang berjarak 30 km dari sekolah kami,” ujar Iswan Lahadi, Kepala Sekolah SMKN 1 Konawe Utara, dengan penuh rasa syukur. Ia menegaskan bahwa bantuan ini bukan hanya memudahkan proses belajar, tetapi juga membuka peluang siswa untuk lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja yang serba digital.

Salah satu siswa, Rafi Ahmad, juga menyampaikan antusiasmenya. “Terima kasih kepada PLN atas bantuan ini. Sekarang kami tak perlu lagi meminjam komputer di sekolah lain, cukup melangkah dari kelas, kami sudah bisa belajar TIK dengan perangkat sendiri yang pastinya lebih nyaman,” ucapnya penuh semangat.

General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menjelaskan bahwa pembangunan laboratorium ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk pemerataan akses pendidikan, khususnya di wilayah yang menjadi lokasi proyek infrastruktur kelistrikan. “Semoga laboratorium ini menjadi pintu bagi generasi Konawe agar tidak tertinggal di era teknologi yang berkembang pesat,” ujarnya.

BACA JUGA :  OJK Terus Dorong Penguatan Governance dan Integritas Melalui 3 Line Model

Pembangunan fasilitas ini beriringan dengan proyek strategis PLN, Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Andowia–Kendari, yang melintasi empat kecamatan di Konawe Utara. “Selain pendidikan, listrik adalah kebutuhan esensial. Kami berharap masyarakat mendukung kelancaran proyek ini agar manfaatnya segera dirasakan, terutama oleh anak-anak kita,” tambah Wisnu.

Kini, suara kendaraan yang dulu mengantar rombongan siswa ke sekolah lain berganti dengan bunyi klik mouse dan ketikan keyboard, menandai babak baru pembelajaran TIK di SMKN 1 Konawe Utara.